DENPASAR, BALI EXPRESS - Kenakalan remaja menjadi sorotan kepolisian belakangan ini. Setelah dihebohkan dengan kelompok Bajing Kids, kini ada lagi aksi duel bocah SMP di Lapangan Astagina, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Bali, yang viral di media sosial. Masalah itu pun segera ditangani Polsek Denpasar Barat.
Diketahui, anak yang berkelahi berinisial GTB, 13, dan INBS, 13. Pertikaian mereka ditonton oleh lima orang teman dan divideokan pada Kamis (20/7), pukul 15.30, hingga tersebar melalui pesan WhatsApp. Menindaklanjuti hal tersebut, Kapolsek Denpasar Barat Kompol IGA Made Ari Herawan meminta jajarannya melakukan penyelidikan.
"Setelah Unit Reskrim melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, diketahui dua remaja yang berkelahi berinisial GTB dan INBS merupakan pelajar kelas VIII," tandasnya Minggu (23/7).
Kedua remaja itu menempuh pendidikan di satu sekolah SMP Negeri di wilayah Kuta. Ternyata, mereka berkelahi usai pulang sekolah.
Usut punya usut, pemicunya lantaran INBS memukul tangan GBT saat bercanda di kelas, sehingga tak terima dan berujung saling tantang duel di lapangan Astagina. Setelah itu, kepolisian memanggil remaja yang berseteru bersama temannya, orang tua siswa, pihak Sekolah, Perbekel Desa Padang Desa Padangsambian Klod dan juga Kadus Padangsumbu Kaja.
Pertemuan digelar di Mapolsek Denbar pada Jumat (21/7), dengan tujuan untuk menyamakan persepsi. Baik pihak orang tua, sekolah dan juga desa adat dalam hal ini peran Sipandu beradat agar berperan mengawasi anak-anak. Bahkan Kapolsek juga meminta agar orang tua sesekali melakukan pengecekan HP anaknya.
"Anak-anak juga harus bisa melihat situasi, gunakan media sosial dengan baik dan jika ada masalah di sekolah segara dilaporkan kepada guru, agar bisa diselesaikan," tambahnya. Setelah dimediasi, kedua remaja bersama orangtuanya sepakat berdamai dan saling memaafkan. Mereka juga diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Apabila kejadian ini terulang, maka akan diberikan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku. Langkah tersebut diapresiasi perbekel Desa Padangsambian Kelod I Gede Wijaya Saputra. Ia senang kepolisian bisa melakukan penyelesaian permasalahan kenakalan remaja dan berharap kejadian ini tidak terjadi lagi di wilayahnya.
Sebelum kejadian ini viral, pihaknya sendiri telah melakukan pembinaan di beberapa sekolah wilayah Padangsambian Klod. "Jangan sampai atas perlakuan adik-adik ini membuat nama Desa tercemar dan kami dari perangkat Desa siap membantu pihak Kepolisian untuk terus melakukan pembinaan dan antisipasi pencegahan kenakalan remaja yang marak akhir-akhir ini," jelasnya.
Sementara dari Pihak Sekolah Made Arta menyampaikan hal yang sama dan meminta Jajaran Kepolisian untuk turut memberikan pendidikan dan pembinaan. Karena bagaimanapun juga, anak-anak ini merupakan generasi penerus Bangsa yang masih harus terus dibina dan dibimbing menjadi lebih baik.
Editor : I Putu Suyatra