BALI EXPRESS - Perjalanannya memeluk Hindu tidak saja soal panggilan hati. Namun Afiski Arif Ridwan mengaku mendapat sebuah pawisik.
Dalam kanal Youtube BaliChannel, Afis menceritakan perjalanannya menganut Hindu yang diwarnai dengan kisah niskala yang di luar nalar dan logika. Di tengah kebimbangannya dalam mencari kepastian hidup, Afis akhirnya datang ke sebuah pura yang lokasinya di dalam hutan.
Meski tak diceritakan dimana pura itu berada, namun ia mengaku tidak tahu persis tempatnya. Kala itu sedang malam purnama. Ia pun mulai bersembahyang. Saat itu Afis mengaku belum tahu betul bagaimana cara sembahyang ala Hindu.
Namun, dengan penuh kepasrahan jiwa, Afis mengaku curhat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan petunjuk dan dimudahkan jalannya untuk menganut Hindu. “Pas di depan padma, saya ngomong, saya pasrah. Karena saking bingungnya. Ya Tuhan, kalau saya diizinkan untuk kembali ke leluhur, tolong beri saya jawaban. Ya kayak ngomong curhat kepada teman,” sebutnya.
Usai sembahyang, saat hendak keluar pura, kondisi sudah sepi. Pemedek sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Di sanalah dirinya melihat angin kencang berputar. Anehnya, angin tersebut menimbulkan suara gaib, menyerupai suara seorang laki-laki, namun tidak menunjukkan rupanya.
“Tiba-tiba seperti ada bayangan, saya agak gemetar dan melihat bayangan itu mengeluarkan cahaya. Ngomongnya, kowe siap balik ning leluhurmu? Kalau siap, tak estoni. Suumben kowe bakal dadi wong kanggo. Nah bahasa wong kanggo ini saya pikirkan apa maksudnya. Tiba-tiba setelah itu hilang. Saat pulang ke rumah itu saya mikir, dan saya senang karena dapat jawaban,” ungkapnya.
Editor : Nyoman Suarna