Namanya Sanggar Belajar Widya Aksata. Untuk angkatan pertama baru membuka satu kelas dengan 35 orang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali Anggiat Napitupulu mengatakan ada ratusan WBP Lapastik Bangli menyampaikan keinginannya melanjutkan sekolah setingkat SMA. Akhirnya, pihak Lapastik Bangli bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli dan Yayasan Tabur Tuai.
Pihak ketiga itu memfasilitasi tenaga pengajar dan izinnya. Sedangkan tempat disiapkan oleh Lapastik Bangli.
“Tujuannya agar warga binaan yang ada di sini (Lapastik Bangli,Red) lebih komprehensif pendidikannya,” kata Anggiat usai meresmikan Sanggar Belajar Widya Aksata di Lapastik Bangli, Jumat 28 Juli 2023.
Anggiat dalam arahannya kepada WBP menyampaikan bahwa kesempatan kesetaraan melalui kejar paket C tidak boleh disia-siakan. Menurutnya, pendidikan merupakan hal penting yang menjadi faktor penunjang kehidupan. “Bagaimana memanfaatkan kesempatan ini dengan baik adalah tanggung jawab kalian. Kesempatan ini mungkin tidak datang dua kali,” pesan Anggiat.
Selain di Lapastik Bangli, beberapa Lapas di Bali sudah lebih dahulu menjalankan program serupa. Anggiat mencontohkan Lapas Kelas IIB Karangasem dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem.
Kepala Lapastik Kelas IIA Bangli Agus Pritiatno menambahkan, kejar paket C itu dimulai 7 Agustus 2023. Untuk angkatan pertama dibuka satu kelas dengan 35 siswa. Mereka menempuh pendidikan selama setahun.
Sebenarnya, lanjut Agus, ada sekitar 300 WBP yang lulus SMP tapi belum sempat melanjutkan ke jenjang SMA. Ada juga sudah melanjutkan tapi berhenti karena berbagai persoalan.
Dari ratusan WBP itu diseleksi lagi karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya melampirkan ijazah SMP. Selain itu, sebagai tahap awal Lapastik hanya membuka satu kelas.
Pihak Lapastik Bangli memutuskan membuka program paket C ini agar saat WBP bebas nanti, mereka ada bekal ijazah. Selain memberi kesempatan WBP ikut kejar paket C, Lapastik Bangli juga telah menjalankan berbagai program keterampilan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun. (*)
Editor : I Made Mertawan