DENPASAR, BALI EXPRESS - Pemerintah Provinsi Bali menggelar Pasar Gotong Royong, di sisi barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Jumat (28/7).
Dalam kesempatan tersebut, pengunjung maupun pedagang dilarang menggunakan kantong plastik atau tas kresek.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada menjelaskan total terdapat 35 stand menjual produk pertanian lokal Bali. Mulai dari beras, bawang, cabai, dan juga buah-buahan lokal.
“Harga di bawah pasaran karena diambil dari petani langsung. Misalnya jeruk Kintamani, salak, manggis, dan durian dari Pupuan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sunada juga menyampaikan, pembeli maupun pedagang dilarang menggunakan tas kresek.
“Kami larang untuk mencegah timbulan sampah plastik sekali pakai,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, sempat turun hujan gerimis, masyarakat tampak antusias, tumpah ruah menyerbu Pasar Gotong Royong jelang Galungan dan Kuningan yang digelar Pemerintah Provinsi Bali tersebut.
Berbagai produk lokal Bali dijual dalam pasar yang digelar selama sehari penuh dari pukul 06.00 - 17.00 wita.
Mulai dari kebutuhan upakara seperti buah-buahan lokal, janur, pisang, jeruk, salak, hingga durian. Terdapat juga kuliner, bumbu masak seperti bawang putih, bawang merah, cabai, telur, beras, minyak, kain, produk fashion, dupa, dan kerajinan.
Salah satu pedagang buah, Ibu Devi menerangkan bahwa harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan di pasar.
Jeruk ukuran kecil dijual Rp10 ribu per kilogram, sedangkan yang besar Rp15 ribu per kilogram.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Wayan Jarta menyampaikan, pasar murah ini juga diikuti tenan yang menjual berbagai produk lokal Bali.
"Dari sisi harga jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Misalnya cabai di pasar Rp 40 ribu per kilo, kita jual Rp37-38 ribu per kilogram," ungkapnya.
Editor : I Putu Suyatra