Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gubernur Bali Serahkan Hibah Tanah Total Seluas 96,7 Are di 4 Desa/Desa Adat Se-Kabupaten Badung

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 1 Agustus 2023 | 01:39 WIB
GUBERNUR : Gubernur Bali, Wayan Koster.
GUBERNUR : Gubernur Bali, Wayan Koster.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Gubernur Bali, Wayan Koster secara maraton menyerahkan hibah tanah Pemerintah Provinsi Bali ke Kabupaten Badung dengan total luas mencapai 96,7 are pada, Sabtu (29/7). Penyerahan itu didampingi oleh Anggota DPRD Bali, I Nyoman Laka, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, dan Kepala BPKAD Provinsi Bali, I Dewa Tagel Wirasa.

 

Penyerahan hibah tanah milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 96,7 are dari Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, masing — masing diterima langsung oleh Perbekel Sulangai, I Nyoman Sunarta di Balai Budaya Kantor Desa Sulangai, dengan amanat hibah tanah seluas 22,7 are dari Pemerintah Provinsi Bali diperuntukan sebagai Kantor Desa dan Balai Serbaguna Desa Sulangai, Kecamatan Petang.

 Baca Juga: Gubernur Bali Wayan Koster Tanggapi Kisruh TPST di Kesiman Kertalangu

Selanjutnya kepada Kelian Pengempon Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo, Gusti Agung Ngurah Sumerta di Wantilan Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, dengan amanat hibah tanah seluas 37,5 are dari Pemerintah Provinsi Bali diperuntukan sebagai Bale Pesandekan dan tempat parkir. Ketiga kepada Bendesa Adat Mengening, Nyoman Suarta di Wantilan Pura Desa, Desa Adat Mengening, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, dengan amanat hibah tanah seluas 10 are dari Pemerintah Provinsi Bali diperuntukan sebagai Setra (Kuburan) dan Pura Prajapati.

 

Keempat kepada Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya di Balai Banjar Tengah, Desa Adat Tanjung Benoa, dengan amanat hibah tanah seluas 26,5 are dari Pemerintah Provinsi Bali diperuntukan sebagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan pembangunan shelter penanganan gempa bumi berpotensi tsunami.

 

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinannya dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, memiliki kebijakan tiga skema pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali. Yaitu untuk pengembangan infrastruktur perkantoran atau sarana prasarana pemerintahan, untuk pengembangan ekonomi, dan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan.

 

Dengan diserahkannya hibah tanah Pemerintah Provinsi Bali masing - masing kepada Pemerintah Desa, Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini berpesan agar tanah yang diterima dalam bentuk hibah betul 一 betul dimanfaatkan dan difungsikan dengan baik.

 

Gubernur Bali, Wayan Koster dengan tegas meminta tanah milik Pemerintah Provinsi Bali yang dihibahkan tidak boleh dialih fungsikan, tidak boleh berubah kepemilikan, tidak boleh dijual, dan harus menjadi tanah aset milik Pemerintah Desa, menjadi aset milik duwe Desa Adat, serta menjadi aset milik duwe Pura.

 

Secara khusus, mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini merasa terenyuh ketika mendengar informasi dari Bendesa Adat Mengening, Nyoman Suarta yang melaporkan kondisi Desa Adat Mengening ke Gubernur Bali, Wayan Koster di Jaya Sabha pada bulan Agustus 2022 dengan menyampaikan bahwa Krama Adat Mengening sudah 39 tahun lamanya atau sejak tahun 1984 meminjam tanah milik warga, Ketut Agus Setiawan sebagai Setra (Kuburan) dengan luas tanah Setra hanya berukuran 4 x 8 meter.

 

“Mendengar hal itu, saya langsung menugaskan Kepala BPKAD Provinsi Bali, I Dewa Tagel Wirasa untuk segera memproses aset tanah Pemerintah Provinsi Bali di Desa Adat Mengening, Desa Cemagi, Badung untuk berikan kepada Desa Adat Mengening dengan status hibah,” jelas Gubernur Koster.

 

Atas ketulusan Gubernur Bali, Wayan Koster, Krama Desa Adat Mengening bersama tokoh masyarakat di Desa Cemagi dengan haru menyampaikan rasa syukur atas bantuan hibah tanah yang diberikan oleh Murdaning Jagat Bali. Bagi Krama Desa Adat Mengening, bantuan ini merupakan bagian dari sejarah yang tidak pernah dilupakan, karena baru pertama kali ada sosok Gubernur Bali yang hadir langsung meninjau kondisi Setra berukuran 4 x 8 meter dan tanpa berpikir panjang langsung memberikan bantuan hibah tanah.

 

Krama Desa Adat Mengening dalam kesempatannya juga menghaturkan terima kasih kepada Gubernur Bali, Wayan Koster sembari mendoakan agar kepemimpinannya terus berlanjut di periode kedua sebagai Gubernur Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

 

Selain memberikan bantuan hibah tanah milik Pemerintah Provinsi Bali, gagasan gotong royong Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali untuk membantu pembangunan Pura Prajapati dan tembok pekarangan di Setra Desa Adat Mengening disambut dan mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Putu Parwata dengan menyiapkan anggaran APBD Pemerintah Kabupaten Badung guna terwujudnya bangunan suci tersebut.

 

Ucapan terimakasih sekaligus apresiasi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster juga disampaikan dengan kompak oleh Perbekel Sulangai, I Nyoman Sunarta bersama masyarakat Desa Sulangai dari lintas generasi, Kelian Pengempon Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo, Gusti Agung Ngurah Sumerta bersama pengempon Pura, dan Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya bersama Krama Desa Adat Tanjung Benoa, sembari mendoakan agar Gubernur Bali, Wayan Koster selalu diberikan kesehatan bersama keluarga, dan kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali terus berlanjut di periode kedua. (*)

 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #hibah tanah #desa adat #badung #gubernur bali