AMLAPURA, BALI EXPRESS- Pendapatan Kabupaten Karangasem berasal dari berbagai sektor. Salah satu yang termasuk di dalamnya adalah retribusi.
BPKAD Karangasem mencatat capaian retribusi paling rendah terdapat pada aktivitas rafting.
Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika mengungkapkan hal tersebut saat ditemui belum lama ini. Dari target yang diberikan, hingga akhir Juni ini masih di bawah 50 persen.
“Kami target Rp2 miliar, hingga akhir Juni baru terkumpul Rp650 juta,” ujar Ardika.
Rendahnya capaian tersebut diprediksi karena lemahnya pengawasan. Pasalnya, petugas yang menjaga tersebut di lapangan juga belum memadai.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Daya Tarik Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Karangasem Anna Christiana menyebut pengawasan yang dilakukan untuk itu sudah maksimal.
Hanya saja, menurut dia, kondisi pariwisata di Karangasem belum pulih 100 persen. Ditambah lagi kondisi alam yang juga bisa mempengaruhi keberlangsungan kegiatan rafting.
“Saat ini ada 7 perusahaan rafting yang masih beroperasi, untuk pengawasan sudah dilakukan semaksimal mungkin,” jelas Anna.
“Terkait dengan bencana kemarin, kami memahami bahwa jalur-jalur rafting banyak yang terganggu dan kami juga sedang mengupayakan bantuan untuk pembersihan jalur - jalur dimaksud,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan