GIANYAR, BALI EXPRESS – Diduga akibat api dupa yang lupa dimatikan usai menghaturkan persembahyangan di Pelangkiran kamar, bangunan Bale Delod penjual Nasi Tahu legendaris khas Sukawati di Banjar Gelulung, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, terbakar hebat, Minggu malam (6/8).
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa peristiwa itu bermula ketika sekitar pukul 20.00 WITA, saksi Ni Wayan Murni, 60, melakukan persembahyangan dengan meletakkan dupa pada Pelangkiran yang ada pada salah satu kamar yang terletak di paling barat bangunan.
Selanjutnya saksi pun meninggalkan kamar tersebut, dan lupa mencabut dupa.
Namun sekitar 30 menit kemudian, tiba-tiba api besar sudah berkobar dari kamar tersebut sehingga saksi langsung memanggil I Wayan Budiana, 65, yang tidak lain merupakan suami saksi.
Naas api dengan cepat membesar lantaran di kamar tersebut banyak tersimpan barang-barang yang mudah terbakar seperti kasur spring bed dan kado-kado yang terbungkus dengan kertas.
Selanjutnya korban bersama saksi pun berteriak meminta tolong kepada warga sekitar dan menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar.
Tak berselang lama, empat unit armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar pun meraung-raung tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman api yang masih berkobar membakar bangunan Bale Delod milik penjual makanan yang digemari banyak orang tersebut.
Sampai akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.15 WITA.
Kapolsek Sukawati, Kompol Decky Hendra Wijaya membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengungkapkan bahwa setelah api berhasil padamkan pihaknya langsung melakukan olah TKP dan diketahui jika kebakaran tersebut telah membakar hangus bangunan Bale Delod yang terdiri dari 5 kamar.
Dimana bangunan tersebut memiliki ukuran 14 x 5 meter dengan plafon yang terbuat dari anyaman bambu beratapkan genteng.
“Untuk kerugian diperkirakan mencapai Rp 250 Juta,” ungkapnya Senin (7/8).
Ditambahkannya bahwa menurut keterangan korban dan saksi, sebelum kebakaran terjadi saksi sempat menghaturkan sesajen di Pelangkiran salah satu kamar lengkap dengan dupa. Namun saksi lupa mencabut dupa tersebut.
“Sementara diduga karena api dupa, namun penyebab pastinya masih kita selidiki,” imbuhnya.
Kendatipun demikian, korban mengaku mengikhlaskan kejadian tersebut dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.
Lokasi kebakaran sendiri merupakan tempat berjualan Nasi Tahu Men Sarti yang legendaris dan sudah ada sejak tahun 1963. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana