Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Goa Raja Besakih yang Dirusak WN Korea, Ada Kaitannya dengan Legenda Terpisahnya Pulau Jawa dan Bali

I Wayan Adi Prabawa • Rabu, 9 Agustus 2023 | 04:30 WIB
Pengemong Pura Goa Raja Besakih melakukan pamrasyascita alit setelah dirusak oleh WNA asal Korea
Pengemong Pura Goa Raja Besakih melakukan pamrasyascita alit setelah dirusak oleh WNA asal Korea

KARANGASEM, BALI EXPRESS - Pura Goa Raja Besakih yang dirusak oleh Warga Negara Asing asal Korea, Mrs Yn, Senin (7/8) terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Pura Goa Raja Besakih ini juga ada kaitannya dengan kisah legenda terpisahnya Pulau Jawa dan Bali.

Sedangkan yang berstana di Pura Goa Raja Besakih ini adalah Ida Batara Rambut Sedana. Piodalan di pura ini dilaksanakan pada rahina Buda Wage Kelawu atau Buda Cemeng Kelawu.

Dikutip dari website resmi Pemerintah Kabupaten Karangasem, di Goa Raja ini Dang Hyang Sidimantra dulunya sering mempersembahkan haturan kepada Hyang Naga Basuki berupa empahan (susu), madu dan telur. 

Di tempat ini pula diceritakan Dang Hyang Manik Angkeran memotong ekor Naga Basuki yang membuatnya meningal karena dibakar.

Namun, ia berhasil dihidupkan kembali setelah Dang Hyang Sidimantra (Ayah Dang Hyang Manik Angkeran) dapat memasang kembali ekor Naga Basuki yang terpotong itu.

Dari peristiwa inilah kemudian muncul cerita legenda terpisahnya Pulau Jawa dan Bali.

Sebab, setelah anaknya hidup, Dang Hyang Sidhimantra memerintahkan Manik Angkeran untuk mengabdi kepada Hyang Naga Basuki, agar bisa memperbaiki kebiasaan buruk yang selama ini selalu dilakukannya.

Setelah itu, Dang Hyang Sidhimantra kembali ke Pulau Jawa

Nah, di tengah perjalanan, Dang Hyang Sidhimantra menancapkan tongkatnya dan membuat garis, seketika itu keluarlah air, sehingga menjadi lautan, yang disebut dengan Segara Rupek, dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan Selat Bali.

Di pura ini terdapat sebuah sungai dan pada tebingnya ada sebuah gua besar, tetapi pada saat Gunung Agung meletus, goa tersebut sudah tertimbun runtuhan tanah longsor.

Konon katanya goa tersebut dulunya tembus hingga ke Kabupaten Klungkung, tepatnya di Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Dawan, Klungkung.

Hal itu dibuktikan ketika dilangsungkannya sabung ayam di Goa Lawah. Yang mana terdapat satu ekor ayam milik warga masuk ke dalam goa itu, yang membuat pemiliknya harus mengejarnya.

Namun, tanpa disadari, pemilik ayam tersebut tembus di Goa Raja.

TANAM POHON: Manager PLN UP3 Banyuwangi Agus Susanto (kiri) bersama Ketua KPA Elang Raung Yusuf Sugiono (kanan) melakukan reboisasi di sempadan Sungai Badeng, Selasa (8/8).
TANAM POHON: Manager PLN UP3 Banyuwangi Agus Susanto (kiri) bersama Ketua KPA Elang Raung Yusuf Sugiono (kanan) melakukan reboisasi di sempadan Sungai Badeng, Selasa (8/8).
Editor : I Putu Suyatra
#korea #bali #jawa #wna #Pura Goa Raja Besakih #legenda