Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Angka Stunting Tertinggi di Bali Ternyata Bukan Karangasem atau Bangli, Tiga Terkecil Wajar

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 11 Agustus 2023 | 20:36 WIB
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra.
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra.

BALI EXPRESS – Provinsi Bali saat ini tengah gencar melakukan penurunan kasus stunting dengan menggandeng berbagai pihak.

Pasalnya angka stunting di Provinsi Bali berada di 8 persen berdasarkan data hasil survei status gizi indonesia (SSGI) tahun 2022.

Stunting merupakan kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Jika gampangnya, stunting disebut dengan kekurangan gizi.

Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab yang utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak mulai di dalam kandungan hingga memasuki umur 2 tahun.

Pemerintah Provinsi Bali pun telah membuat strategi percepatan penurunan stunting.

Salah satunya yang dilakukan yakni penguatan kelembagaan percepatan penurunan stunting, penganggaran, sinergitas lintas sektor dan pemanfaatan kearifan lokal Bali. Salah satunya adalah melibatkan Desa Adat.

Stunting pun sebagai salah satu prioritas utama pembangunan desa, dan juga menjadi salah satu strategi yang dapat dipilih. 

Sesuai dari data SSGI tahun 2021 dan 2022, Bali merupakan provinsi dengan prevalensi stunting terendah di seluruh Indonesia.

Meskipun masih terdapat kabupaten yang memiliki prevalensi stunting di atas rata-rata Provinsi Bali.

Dalam mengatasinya, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, memaparkan  strategi yang dilakukan pemerintah Bali adalah bekerjasama dengan lembaga desa adat yang ada di masing-masing Kabupaten, Kecamatan, Desa hingga Banjar.

Selain itu para remaja yang akan menikah ini nantinya akan dikontak dan disosialisasikan tentang kesehatan diri, kesiapan pranikah, saat menikah dan pasca menikah terutama saat mengandung.

Sebab edukasi ini penting dilakukan agar calon pasangan pengantin paham dan mengerti tentang kondisi tubuh serta selanjutnya memahami bagaimana memenuhi kebutuhan tubuh saat hamil, sehingga janin yang sedang dikandung mendapatkan nutrisi gizi yang lengkap, dan mempengaruhi pertumbuhan janin dengan baik.

Sementara kabupaten yang memiliki angka prevalensi stunting di atas rata-rata Bali ada lima kabupaten.

Kabupaten yang prevalensi stuntingnya di atas Bali adalah Kabupaten Jembrana 14,2 persen. Kabupaten Buleleng 11 persen, Kabupaten Karangasem 9,2 persen, Kabupaten Bangli 9,1 persen dan  Kabupaten Tabanan 8,2 persen.

Sedangkan kabupaten lainnya memiliki prevalensi stunting di bawah rata-rata.

Seperti di Kabupaten Gianyar 6,3 persen, namun tahun 2023 ini Pemkab Gianyar menargetkan turun ke angka 3,69 persen.

Sementara Kabupaten Badung pada tahun 2022 tercatat hanya 4,4 persen.

Klungkung 7 persen, dan Kota Denpasar 5,5 persen.

Dengan demikian prevalensi stunting untuk Bali pada tahun 2022 adalah 8,0 persen telah melampaui target yang ditetapkan untuk Provinsi Bali yaitu 9,28 persen.

Prevalensi Stunting Masing-masing Kabupaten/Kota di Bali Sesuai data SSGI 2022

Jembrana 14,2 persen

Buleleng 11 persen

Karangasem 9,2 persen

Bangli 9,1

Tabanan 8,2 persen.

Klungkung 7 persen

Gianyar 6,3 persen

Kota Denpasar 5,5 persen

Badung  4,4 persen

BALI 8,0 PERSEN

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #dewa made indra #bangli #stunting #karangasem