JEMBRANA, BALI EXPRESS – Tim SAR menghentikan pencarian penumpang KMP Pratitha yang dilaporkan tercebur ke laut Selat Bali, Minggu (13/8).
Pun demikian usaha pencarian keberadaan I Ketut Berata,44, akan tetap dilanjutkan meski tidak melalui operasi SAR resmi.
Dewa Putu Hendri Gunawan selaku Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana menjelaskan pihaknya telah melakukan pencarian dugaan korban yang hilang di Selat Bali sesuai standar operasional prosedur (SOP) sampai hari ketujuh.
Namun upaya pencarian itu belum membuahkan hasil hingga penutupan pelaksanaan operasi SAR.
“Hari ini merupakan hari terakhir pencarian (hari ketujuh). Kami bersama tim SAR Gabungan telah berupaya maksimal, namun hingga saat ini belum ada hasil yang ditemukan,” terangnya.
Meskipun resmi dihentikan, Hendri menegaskan jika setiap informasi yang berkaitan dengan tanda-tanda keberadaan korban akan tetap diterima.
Baca Juga: Wow, Pemuda Banjar Pangi Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 400 Meter
Pihaknya juga telah berkoordinasi lintas instansi terkait untuk mengumpulkan informasi yang mungkin dapat membantu menemukan korban, termasuk di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.
“Kami akan terus memantau informasi terkait tanda-tanda keberadaan korban. Jika ada informasi yang valid, kami akan segera melanjutkan operasi pencarian. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan nelayan dan instansi terkait,” ujarnya.
Selama proses pencarian, tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sat Polair Polres Jembrana, TNI AL, Batalyon C Pelopor Gilimanuk Satbrimobda Bali, Potensi SAR, dan PMI Kabupaten Jembrana telah bekerja sama dan bersinergi dalam upaya mencari keberadaan terduga korban.
Baca Juga: Geger, Mayat Laki-laki tanpa Identitas di Bali Ditemukan Anak-Anak Saat Mandi di Sungai
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya pencarian ini. Sesuai SOP pencarian tujuh hari, dan hingga kini belum ada hasil yang ditemukan. Pencarian dihentikan pada pukul 14.00 Wita hari ini,” imbuhnya.
Sementara itu demi efektifitasnya pencarian pasca operasi resmi SAR gabungan dihentikan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Jembrana untuk tetap melaporkan setiap informasi yang berkaitan dengan korban yang hilang di Selat Bali.
Dengan bantuan informasi dari masyarakat, diharapkan korban bisa dapat segera ditemukan. (*)