BALI EXPRESS - Nama Jro Pasek Pawang Hujan sempat viral beberapa tahun belakangan. Ia viral di media sosial Facebook, saat nerang pada puncak Palebonan Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung, di Griya Gede Keninten Sanur pada tahun 2021 lalu.
Pria bernama asli I Made Sucipta ini menjadi perhatian karena aksi nerang dilakukan di jalan. Selain itu, ia juga memiliki teknik nerang yang unik, dengan menggunakan rokok dan juga dupa.
Saat melakukan aksinya, Jro Pasek Pawang Hujan akan membakar tangan dengan sarana rokok. Gulem atau mendung akan digeseng atau dihisap melalui api rokok, kemudian berakhir menjadi ludah.
Teknik ini dilakukan karena Jro Pasek Pawang Hujan menganut paham Budha.
Sementara, jika Jro Pasek Pawang Hujan menggambar Dewata Nawa Sanga di tangan dengan dupa, tujuannya untuk menghalau matahari di siang hari dan bulan di malam hari.
Teknik ini disebut dengan paham Ciwa. Dengan menggunakan kedua teknik ini, maka Jro Pasek dijuluki dengan Pawang Hujan Ciwa Budha.
Tak ada ritual khusus yang dilakukan ketika akan nerang. Hanya saja bagi si empunya acara wajib menghaturkan pejati dan suci ketika akan membuka dan menutup acara.
Pejati dan suci tersebut dibawa ke rumah Jero Pasek dan dihaturkan kepada sesuhunannya.
Jika dalam acara skala nasional dan internasional, banten pejati dan suci disiapkan oleh pihaknya.
Meksi tak ada ritual khusus sebelum nerang, pria yang tinggal di Banjar Pande, Desa Kamasan, Klungkung ini mengaku ada pantangan khusus yang harus dilakukan agar upaya menghentikan hujan berhasil.
Selama proses nerang, ia pantang makan di lokasi upacara. Bahkan tak jarang ia harus berpuasa selama upacara berlangsung.
Dia boleh makan jika berada di radius satu kilometer dari lokasi upacara. Jika pantangan ini dilanggar, ia takut upaya nerang akan gagal.
Viralnya aksi nerang Jro Pasek Pawang Hujan di media sosial khususnya Facebook, membuat ia diliput berbagai media.
Bahkan pada tahun yang sama, ia sempat diundang oleh stasiun TV nasional. Ia diundang oleh Trans TV dalam acara Brownis yang dipandu oleh Ruben Onsu, Ivan Gunawan dan Ayu Ting Ting.
Dalam wawancara itu, Jro Pasek mengaku mendapat keahlian nerang dari leluhurnya 700 tahun yang lalu. Namun kini, nama Jro Pasek tinggal kenangan. Ia telah tutup usia pada usianya ke 59 tahun Senin (14/8). Selamat jalan Jro Pasek Pawang Hujan.
Editor : Nyoman Suarna