JEMBRANA, BALI EXPRESS - Dukungan penuh diberikan pemerintah untuk penggunaan kendaraan bermotor ramah lingkungan. Salah satunya penggunaan daya listrik sebagai energi utama dalam menggerakkan kendaraan roda dua. Konversi sepeda motor dari bahan bakar minyak (BBM) menjadi listrik merupakan salah satu alternatif yang bisa dilakukan.
I Putu Artana selaku salah seorang pemilik bengkel konversi di Kabupaten Jembrana, Bali, mengatakan alasan di balik minatnya merubah motor konvensional menjadi listrik karena hemat energi serta dapat mengurangi polusi.
“Saya tertarik karena kemajuan teknologi dan potensi penghematan energi. Apalagi BBM seperti pertalite juga semakin langka, maka motor listrik menjadi solusi,” ujarnya.
Pria yang memiliki bengkel motor di Kecamatan Pekutatan itu menambahkan jika proses konversi motor BBM ke listrik tergolong cepat dan mudah. Hanya butuh waktu kurang dari 3 (tiga) jam, motor berbahan bakar minuak bisa beribah menjadi motor listrik.
“Prosesnya hanya tiga jam, karena komponen yang digunakan sudah siap pasang tanpa merubah kondisi awal. Kami juga membantu dalam urusan surat kendaraan. Selain itu, program subsidi pemerintah sangat membantu masyarakat,” terangnya.
Untuk saat ini, minat masyarakat Jembrana lanjut Artama masih minim terutama jika dibandingkan dengan daerah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang telah banyak mengadopsi motor listrik. Ia juga berharap akan ada peningkatan minat terhadap motor listrik.
Saat disinggung terkait biaya yang dihabiskan untuk konversi motor BBM menjadi motor listrik, disebutkan Artama mencapai Rp 18 juta, dengan potongan subsidi hingga Rp 7 juta dari pemerintah. “Biaya itu sudah termasuk penggantian komponen yang di perlukan. Kami juga memberikan garansi untuk berbagai komponen, seperti baterai selama 3 tahun, dynamo (motor) selama 2 tahun, dan controler selama 2 tahun,” imbuhnya.
Sementara itu, Komang Heriawan,27 salah seorang pengunjung pameran IKM dan UMKM perayaan HUT Kota Negara ke-128 dan HUT RI ke-78 mengungkapkan ketertarikannya terhadap konversi motor ini. Ia menjelaskan, selain lebih mudah dan terjangkau harganya, motor listrik juga membantu mencegah polusi udara. "Suara dari motor listrik tidak bising, cocok untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan," ujarnya.
Pengunjung yang berasal dari Desa Batuagung itu juga menambahkan bahwa program konversi ini memudahkan masyarakat mendapatkan kendaraan bebas polusi dengan biaya terjangkau dengan perawatan motor yang sederhana.
“Untuk perbaikannya saya rada akan sangat mudah, karena motornya awalnya tetap motor BBM, cuman diganti dengan listrik. Spare part juga masih sama dengan motor awalnya, jadi ini memang solusi,” pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana