Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kepemimpinan Gubernur Koster - Ace Diapresiasi Implementasikan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 18 Agustus 2023 | 02:28 WIB
GUBERNUR : Gubernur Bali, Wayan Koster.
GUBERNUR : Gubernur Bali, Wayan Koster.
 
DENPASAR, BALI EXPRESS - Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan pidato Pencapaian Kinerja 5 Tahun Tatanan Bali Era Baru dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali pada Peringatan Hari Jadi Ke-65 Provinsi Bali yang berlangsung Senin (14/8) lalu di Gedung Paripurna DPRD Provinsi Bali.
 
 
 
Gubernur Bali, Wayan Koster dalam pidatonya mendapat apresiasi, karena di dalam mengimplementasikan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati telah mengeluarkan landasan hukum. 
 
 
Yaitu yang dibentuk dan diberlakukan sebanyak 52 Produk Hukum penting dan strategis, terdiri atas 25 Peraturan Daerah dan 27 Peraturan Gubernur. Meliputi Produk Hukum Dasar, Produk Hukum yang berkaitan dengan Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali, serta Produk Hukum Pendukung yang berkaitan dengan infrastruktur, energi, lingkungan hidup, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
 
 
Produk hukum tersebut dilengkapi 5 Surat Edaran, yang berkaitan dengan Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali, Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali, Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Provinsi Bali, dan Tatanan Baru Bagi Wisatawan Mancanegara Selama Berada di Bali.
 
 
 
Seluruh Produk Hukum tersebut diberlakukan untuk menata secara fundamental dan komprehensif Pembangunan Bali, serta sebagai landasan hukum dan haluan dalam mempercepat pencapaian Bali Era Baru. Semua peraturan tersebut benar-benar sangat progresif, inovatif, dan transformatif, sehingga mendapatkan apresiasi dan dukungan dari kalangan masyarakat lokal, nasional, bahkan internasional.
 
 
 
Pemerintah Provinsi Bali juga telah melakukan pemuliaan dan pelestarian ekosistem alam melalui berbagai upaya Niskala-Sakala. Secara Niskala, Gubernur Bali selaku Murdaning Jagat Bali memiliki tanggung jawab untuk memuliakan Alam Bali dengan melaksanakan Upakara dan Upacara ritual.
 
 
 
Pencapaian Pembangunan Bidang Prioritas selanjutnya menjadi perhatian para undangan yang hadir, setelah Gubernur Wayan Koster berpidato terkait Pembangunan di Bidang Pangan, Sandang, dan Papan. Ditujukan untuk menyediakan kebutuhan dasar kehidupan Krama Bali dalam jumlah dan kualitas yang memadai.
 
 
 
 
Melalui pembangunan Pertanian dengan Sistem Pertanian Organik, Kelautan dan Perikanan, serta Industri Kerajinan Rakyat berbasis Budaya Branding Bali. Dalam Bidang Pangan, terutama dari 10 komoditas pangan strategis, yakni Beras, Jagung, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai Rawit, Cabai Besar, Daging Sapi, Daging Ayam Ras, Telor Ayam Ras, dan Daging Babi.
 
 
 
Dalam Bidang Sandang, ditandai peningkatan jumlah produksi Industri Kerajinan Rakyat yang sangat cepat, serta mengalami perkembangan mode yang sangat kreatif dan inovatif. Peningkatan produksi pangan dan sandang diiringi dengan kebijakan penggunaan produk lokal Bali oleh Masyarakat Bali, yakni pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri kerajinan rakyat. 
 
Dalam Bidang Papan, ketersediaan air minum dari berbagai sumber air untuk kebutuhan rumah tangga sudah cukup memadai. Tingkat elektrifikasi yakni jumlah rumah tangga yang sudah memakai listrik mencapai 100%, dan jumlah rumah tangga yang memiliki layanan sanitasi layak secara mandiri sebesar 86%. 
 
 
 
"Dalam Bidang Kesehatan, fasilitas dan tenaga kesehatan tersedia dalam jumlah dan kualitas relatif memadai, jaminan kesehatan telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98%, tertinggi di Indonesia, dan angka stunting sebesar 8,0%, paling rendah di Indonesia, jauh dibawah angka stunting nasional sebesar 21,6%," jelas Gubernur Koster.
 
 
 
Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan terobosan inovatif Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali di Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik Kesehatan. Data BPS tahun 2022. Dalam Bidang Pendidikan, sampai tahun 2023 telah dibangun sebanyak 17 SMA/SMK baru. 
 
 
 
Ketersediaan jumlah fasilitas, sarana-prasarana, pendidik, dan tenaga kependidikan serta akses mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah semakin memadai, ditandai dengan Angka Partisipasi Kasar pendidikan PAUD mencapai 31,81%.
 
 
 
Angka Partisipasi Kasar pendidikan SD mencapai 103%, Angka Partisipasi Kasar pendidikan SMP mencapai 96%, Angka Partisipasi Kasar pendidikan SMA/SMK mencapai 91%, dan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi mencapai 32%. 
 
 
 
Secara umum, kualitas pendidikan dasar dan pendidikan menengah di Bali sudah cukup memadai, di atas rata-rata nasional. Rata-rata nilai rapor siswa cukup tinggi, yang ditandai dengan banyaknya lulusan SMA/SMK diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri serta perolehan juara dalam berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional. 
 
 
 
Pembangunan SMA/SMK baru khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung masih harus ditingkatkan agar mampu melayani meningkatnya jumlah siswa baru. "Mengingat pendidikan dasar dan pendidikan menengah menjadi tanggung jawab utama Pemerintah Daerah, yang mencerminkan bahwa negara hadir dalam memenuhi hak rakyat untuk memperoleh pendidikan," jelasnya
 
 
Dalam Bidang Ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 76,86%, jumlah penduduk produktif mencapai 70,27%, yakni sebanyak 3,14 juta jiwa, dari jumlah penduduk Bali sebanyak 4,47 juta jiwa. Ratio ketergantungan penduduk Bali mencapai 42%, yakni setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 42 orang penduduk usia tidak produktif, dan tingkat pengangguran terbuka mencapai 3,73%, di bawah rata-rata nasional sebesar 5,45%.
 
 
 
Tingkat pengangguran terbuka meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 1,50%, hal ini terjadi karena terpuruknya pariwisata dan perekonomian Bali selama lebih dari 2 tahun dalam masa Pandemi Covid-19. Ke depan, tingkat pengangguran akan semakin menurun sejalan dengan telah pulih dan bangkitnya kembali pariwisata dan perekonomian Bali. 
 
 
 
Khusus untuk Krama Bali yang bekerja di luar negeri, yang sebelumnya tidak dikelola dengan optimal, Titiang telah membentuk Sistem Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Krama Bali dalam bentuk aplikasi digital. Sistem pelindungan ini merupakan database Pekerja Migran Indonesia Krama Bali mulai dari sebelum, selama, dan setelah bekerja, sehingga berbagai masalah yang dialami oleh Pekerja dapat ditangani dengan baik dan cepat. 
 
 
 
"Terobosan inovatif yang baru dalam Bidang Ketenagakerjaan, titiang telah melaksanakan program pemberian pelindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 4.449 Prajuru Desa Adat sejak tahun 2021 dan kepada 32.273 Rohaniwan se- Bali sejak tahun 2023," pungkasnya. (*)
 
 
Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #dprd bali #bali era baru #kinerja #gubernur bali