Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral di Jagat Maya Bali, Walikota Denpasar Ungkap Penyebab Menumpuknya Sampah di Tukad Teba

I Dewa Made Krisna Pradipta • Senin, 21 Agustus 2023 | 21:30 WIB
Kondisi Sungai Tukad Teba di Pemecutan Kelod Denpasar Bali yang sebelumnya tercemar oleh sampah sebelum dibersihkan.
Kondisi Sungai Tukad Teba di Pemecutan Kelod Denpasar Bali yang sebelumnya tercemar oleh sampah sebelum dibersihkan.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Sungai Tukad Teba di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, yang sempat dipenuhi sampah beberapa hari lalu kini sudah bersih.

Sebelumnya sungai ini tercemar oleh sampah sepanjang 1 kilometer dengan total sampah terkumpul seberat 15 ton. Kondisi sungai ini sempat membuat heboh warga Bali karena tumpukan sampah.

Dibalik bersihnya Sungai Tukad Teba ini dari sampah, ada peran sejumlah komunitas pecinta lingkungan beserta support Pemerintah Kota Denpasar.

Antara lain pasukan hijau dan biru Pemkot Denpasar yang berjumlah ratusan orang dibantu relawan dari Komunitas Peduli Sungai (KPS) Kota Denpasar, Komunitas Sungai Watch, Komunitas Pancawara hingga berbagai elemen bahu membahu membersihkan sungai.

Dalam kurun waktu 2-3 jam,  aliran sungai yang letaknya sulit dijangkau oleh masyarakat itu kembali bersih.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara pun mengapresiasi ini, namun menyayangkan juga. Dimana, dengan rutin dan sigapnya Pasukan Biru dan Pasukan Hijau Kota Denpasar dalam membersihkan sungai, masih ditemukan sampah di aliran sungai.

Hal ini menurut Jaya Negara disebabkan oleh letak sungai yang sangat di dalam dan diperkirakan jarang warga berinteraksi di aliran sungai tersebut.

Bahkan, 2 eskavator yang dikerahkan sulit menjangkau lokasi lebih dalam.

"Letak sungai jauh ke dalam, diperkirakan jarang ada interaksi masyarakat di sana. Sehingga tim kami tidak dapat memantau hingga kesana. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat dapat menginformasikan hal semacam ini kedepannya," ujar Jaya Negara. 

Lebih lanjut Walikota Jaya Negara menduga, posisi sungai jauh ke dalam ini dimanfaatkan beberapa oknum untuk membuang sampah sembarangan hingga menumpuk seperti ini. Pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

"Kita sudah siapkan truck, TPS hingga bank sampah. Sudah banyak disiapkan jasa jasa pengangkut sampah, termasuk Swakelola Sampah, tolong jangan lagi membuang sampah ke sungai. Masak kayu besar, ban, bahkan bantal kasur di buang ke sungai," keluhnya. 

Dalam hal tersebut Jaya Negara mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Pihaknya juga akan tindak tegas pelaku pembuang sampah sesuai dengan perda yang ada.

"Mari kita bahu membahu menjaga kebersihan, agar semua bisa terselesaikan dan tentunya tidak ada banjir ketika musim hujan tiba," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Jaya Negara berterima kasih kepada seluruh pihak seperti Pasukan Biru Dinas PU Kota Denpasar, pasukan hijau DLHK Kota Denpasar, Badan Wilayah Sungai Kota Denpasar, Kementrian PU, pihak Desa Setempat,  Komunitas Peduli Sungai (KPS) Kota Denpasar, Komunitas Sungai Watch, Komunitas Pancawara hingga berbagai elemen lainnya.

Sementara salah satu  Komunitas Sungai Watch, Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar atas respon cepatnya.

Kedepan dirinya berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai.

"Sekarang sudah bersih, mari kita jaga bersama agar masyarakat bisa memancing lagi di sungai," ujarnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #IGN Jaya Negara #Walikota Denpasar #sampah