SINGARAJA, BALI EXPRESS - Gede Sedana, lelaki 80 tahun dari Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Bali, ditemukan tewas. Ia terlihat tergeletak di tengah semak bambu di desa Petandakan. Mayatnya ditemukan oleh Putu Merta, Senin (21/8) sekitar pukul 10.00 wita.
Putu Merta saat itu sedang mencari madu lebah di Tukad Kayoandari Desa Petandakan. Aroma tidak sedap berhembus. Putu Merta lantas menelusuri asal bau itu. Ia lantas menemukan tubuh Gede Sedana lengkap dengan pakaiannya.
Kendati demikian, Putu Merta tak lantas mendekat. Ia takut. Lalu ia memanggil aparat desa agar membantunya memastikan tubuh yang ditemukannya itu.
Tak lama masyarakat desa berdatangan. Mereka turut memastikan sosok yang ditemukan itu. Masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya pun turut melihat. Setelah dicek, salah satu keluarga mengenali jasad Gede Sedana.
Ternyata Gede Sedana adalah seseorang yang dikabarkan hilang pada Selasa (15/8) lalu. Gede Sedana diklaim mengalami linglung sehingga tidak mengetahui jalan pulang.
"Stelah dipastikan, jenazah itu adalah orang hilang dilaporkan warga Petandakan," ujar Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, Senin (21/8).
Baca Juga: Tujuh Orang Terseret Ombak, Satu Menghilang
Gede Sedana diduga terpeleset dan jatuh ke bawah tebing. Musibah yang menimpanya pun tidak ada yang mengetahui hingga ia dinyatakan hilang.
Diberitakan sebelumnya, Gede Sedana, 80 dikabarkan menghilang dari rumah. Pria tua yang konon sudah linglung itu diketahui tidak berada di rumah sekitar pukul 02.00 wita, Senin (14/8) lalu. Sebelum dinyatakan hilang, kakek yang tinggal di Dusun Pondok, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng itu pun masih terlihat di rumah.
Pada hari sebelumnya, sekitar pukul 07.00 wita, Kakek Sedana tampak beraktivitas seperti biasa. Ia melihat buku, buang air dan berjalan-jalan dalam rumah. Keluarga pun tidak menaruh curiga dan tidak melihat tanda-tanda Kakek Sedana akan hilang.
Pihak keluarga berusaha mencari hingga mengecek kamera pengawas untuk mengetahui aktivitasnya.
"CCTV sudah dicek juga tapi sama sekali tidak ada, tidak terlihat. Kami juga sudah melakukan pencarian di sekitar rumah. Siapa tahu ada di luar, karena sudah linglung, lupa jalan pulang. Tapi tetap tidak ada," ujar Kepala Basarnas Buleleng, Dudi Librana, Kamis (17/8) pagi. (*)