Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terancam Gagal Panen, Ratusan Petani di Penarungan Bakal Terima Bantuan

I Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 23 Agustus 2023 | 01:35 WIB
GAGAL PANEN: Kondisi sawah di Subak Penarungan, Desa Penarungan, Mengwi yang mengalami kekeringan dan gagal panen.
GAGAL PANEN: Kondisi sawah di Subak Penarungan, Desa Penarungan, Mengwi yang mengalami kekeringan dan gagal panen.

 

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Ratusan sawah di Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Hal ini diketahui terjadi akibat jebolnya tanggul di aliran Tukad Penet. 

 

 

Namun Pemkab Badung telah merancang pemberian bantuan kepada petani di Penarungan, Kecamatan Mengwi. Bahkan ratusan petani ini telah diminta menyiapkan proposal bantuan. Nantinya akan diverifikasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung. 

 

 

Kasi Rekon BPBD Badung, Putu Juniarta mengatakan, tim Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) beserta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung akan turun ke lapangan melakukan verifikasi dampak bencana bagi petani. Pihaknya pun menyatankan agar para petani segera mengirimkan proposal.

 

 

"Sampai saat ini kami masih menunggu proposal selesai dibuat oleh petani, astungkara dalam waktu dekat bisa langsung diproses. Kami menyarankan secepatnya, sehingga segera dibantu prosesnya," ujar Juniarta, Selasa (22/8), seizin Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma. 

 

Dalam pemberian bantuan akan dilakukan cross check terhadap proposal permohonan petani yang diajukan. Masing-masing petani yang terdampak gagal panen wajib mengajukan. Setidaknya, terdapat 480 petani dengan luas garapan 266 hektar di Subak Penarungan. 

 

"Saat ini petani, khususnya di Penarungan masih proses pembuatan proposal. Setelah proposal selesai dan diketahui Camat setempat baru dikirim ke Kantor BPBD," katanya. 

 

 

Menurutnya, setelah proposal masuk tim Jitupasna beserta Dinas Pertanian dan Pangan akan turun ke lapangan melakukan verifikasi dampak bencana bagi petani. “Dari data yang ada selain Subak Penarungan yang luasnya 266 hektar, terdapat dua subak yang secara tidak langsung terdampak juga, yakni Subak Aban 150 hektar dan Subak Batan Wani 15 hektar,” terangnya.

 

Pemberian bantuan ini pun dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Wayan Adi Arnawa. Pihaknya mengatakan, pemberian bantuan kepada para petani di Subak Penarungan Kecamatan Mengwi yang terancam gagal panen karena kekeringan.

 

“Pemberian bantuan ini sebagai dampak bencana dari jebolnya tanggul di aliran Tukad Yeh Penet yang merupakan sumber pengairan dari Subak Penarungan. Sebab, untuk objeknya (bendungan jebol) kita tidak bisa sentuh karena itu di luar kewenangan,” terang Adi Arnawa. 

 

Birokrat asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini pun menyebutkan tim teknis yakni Dinas Pertanian dan Pangan saat ini sedang menghitung besaran bantuan yang akan diberikan. Sebab, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan luas sawah yang ditanami padi.

 

"Dari hitungan sementara, total bantuan kepada petani di Subak Penarungan sekitar Rp 1,3 miliar jadi sesuai dengan perintah Pak Bupati, beliau tetap minta agar petani itu jangan sampai jadi korban," tegasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #petani #BPBD #gagal panen #badung #bantuan