Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Datang Jauh-jauh dari Kalimantan, Peserta Jambore Ini Bawa Obat KB dan Anti Racun

Dian Suryantini • Jumat, 25 Agustus 2023 | 18:06 WIB
POHON OBAT: Puli nesom dan ketimang diperkenalkan salah satu peserta pameran budaya dalam Jambore Nusantara dan SEA Regional Youth Summit 2023 di Desa Gobleg, Bali.
POHON OBAT: Puli nesom dan ketimang diperkenalkan salah satu peserta pameran budaya dalam Jambore Nusantara dan SEA Regional Youth Summit 2023 di Desa Gobleg, Bali.

SINGARAJA, BALI EXPRESS -  Jambore Nusantara dan SEA Regional Youth Summit 2023 yang diselenggarakan di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, menghadirkan beragam budaya asli nusantara. Salah satunya adalah budaya dari Pulau Kalimantan.

Pada kesempatan itu, salah satu peserta dari Kalimantan, Ririn Mesi Noviana, membawa kayu berwarna coklat kehitaman berdiameter sekitar 2 sentimeter.

Menurut Mesi, sapaan akrabnya,  budaya warisan leluhur Kalimantan berupa ramuan obat masih kental hingga kini. Salah satunya adalah kayu ketimang.

Menurut Mesi, kayu ketimang berasal dari Kalimantan Utara. Kayu ini berkhasiat untuk mengobati luka dalam. 

"Biasanya digunakan oleh ibu-ibu yang habis melahirkan. Direbus saja, lalu airnya diminum. Bisa tiga kali dalam sehari dan tidak memiliki efek samping," terang gadis dengan pakaian adat khas Kaltara itu.

Air rebusan kayu Ketimang ini juga disebut-sebut sebagai obat KB bagi wanita yang sudah menikah. Meski zaman telah berubah, di Kalimantan kayu ini masih tetap populer.

"Untuk KB alami. Rutin minum tiga kali sehari. Tidak apa-apa, tik ada efeknya juga," tambahnya.

Selain kayu Ketimang, tim dari Kalimantan juga memboyong Puli Nesom ke Bali.

Puli Nesom merupakan bagian akar kayu. Kayu ini juga memiliki khasiat yang manjur.

Mesi mengklaim Puli Nesom ampuh untuk menetralisir racun dalam tubuh.

"Ini bisa menatrilisir racun. Misalnya, mabuk alkohol, minum air rebusan ini langsung bisa netral lagi," kata dia.

Mesi menuturkan, khasiat Puli Nesom ini terungkap berawal dari sebuah cerita masyarakat Kalimantan Utara.

Tetua di Kaltara menyebut Puli Nesom ini awalnya dimakan oleh landak.

Saat itu ada landak yang memakan buah-buahan di hutan. Landak tersebut lantas keracunan akibat buah liar. Kemudian ia harus bertahan hidup untuk memulihkan kondisinya. 

"Dari cerita itu kemudian kami menggunakan kayu ini sebagai obat khas Kalimantan. Kayunya diambil dari hutan Kalimantan. Cukup direbus saja, airnya diminum, maka racun-racun dalam tubuh dapat ternetralisir," jelasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#ketimang #JAMBORE #Ririn Mesi Noviana #racun #Puli Nesom #kalimantan #KB #kayu