Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Unik di Bali; Tempat Sembahyang Hindu tapi Memiliki Pelinggih Kristen dan Islam, Candi Bentarnya Ajaib

I Putu Mardika • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 05:02 WIB
Candi Bentar Pelinggih Dalem Mekah yang posisinya miring menyempit ke bagian atas pintu masuk.
Candi Bentar Pelinggih Dalem Mekah yang posisinya miring menyempit ke bagian atas pintu masuk.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Bicara pura unik di Bali sangat banyak. Salah satunya adalah Pura Negara Gambur Anglayang.

Pura yang terletak di Bali Utara ini dibilang unik karena memiliki pelinggih yang mencerminkan beragam etnis dan agama.

Pura yang juga disebut sebagai Pura Pancasila itu terletak di Dusun Kuta Banding, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali.

Pelinggih yang mencerminkan beragam etnis dan agama itu pun memiliki nama sendiri-sendiri.

Pelinggih Ratu Bagus Sundawan disebut mencerminkan Kristen.

Kemudian ada Pelinggih Ratu Agung Melayu. Ada juga Pelinggih Ratu Agung Syahbandar yang mencerminkan etnis China. Kemudian ada Pelingih Ratu Pasek dan Pelinggih Ratu Betara Sri.

Selanjutnya ada Pelinggih Ratu Gede Dalem Mekah yang mencerminkan Agama Islam.

Tak ketinggalan Pelinggih Ratu Gede Siwa yang mencerminkan Hindu, Pelinggih Padmasana, Pelinggih Puncaking Tirtha, Pelinggih Ayu Mutering Jagad.

Salah satu keunikan pura ini ada pada candi bentar Pelinggih Dalem Mekah.

Posisi candi ini selalu miring alias tak bisa dibuat lurus. Meskipun berulang kali dibongkar oleh tukang bangunan yang sudah senior, tetap saja kondisi candi bentar di pura tersebut miring.

Candi bentar sebagai pintu masuk ke areal pelinggih Ratu Gede Dalem Mekah posisinya miring, yakni semakin ke atas lebarnya justru semakin menyempit. Jika dilewati hanya bisa dilalui oleh satu orang saja.

Pemangku Pura Negara Gambur Anglayang, Ida Bagus Mangku Kesama tak menampik jika candi bentar Pelinggih Ratu Gede Dalem Mekah tidak bisa dibuat lurus seperti candi bentar pelinggih lainnya.

Bahkan, beberapa kali candi bentar tersebut dibongkar lalu dibuat ulang.

“Tukangnya dari Banjar Ancak, Bungkulan. Sudah berusaha dibuat lurus, tetapi miring. Dibongkar lagi, dibuat lagi tapi masih miring. Sampai akhirnya nyerah,” jelasnya.

Sebagai solusi, pengempon pura Negara Gambur Anglayang akhirnya nunas bawos kepada sutri untuk mendapatkan jawaban, apa gerangan yang membuat candi bentar tersebut tidak bisa dibuat tegak lurus.

“Ternyata memang beliau secara niskala tidak menghendaki candi bentarnya itu tegak lurus. Harus miring. Dari pawisik sutri itu agar dibiarkan saja miring, biar ada pembeda dibandingkan pelinggih lainnya,” kenangnya.

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #unik #pelinggih #hindu #pura #islam #kristen