SINGARAJA, BALI BALI EXPRESS – Proyek Pembangunan jalan baru Singaraja-Mengwitani kembali dilanjutkan. Setelah merampungkan jalan baru titik 3,4,5,6,7A, B, C dan titik 8, jalan baru kini dimulai dari titik 7D hingga 7E. Titik 7D dan 7 E merupakan lanjutan dari titik 7C. Total nilai proyek titik 7D dan 7E ini Rp 82 miliar lebih.
Proyek ini ditargetkan rampung 18 Juli 2024.
Batas pengerjaannya hingga tikungan Saput Poleng kawasan desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Sedangkan akhir dari titik 7E berada pada tugu pahlawan di desa Gitgit, Sukasada. Panjang jalan yang akan dibuat mencapai 555 meter dari panjang awal 583 meter.
Baca Juga: Patung Panji Landung Diplaspas, Ikon Baru Jalur Singaraja- Mengwitani
Sebelum dipangkas jalur 7D dan 7E ini memiliki 8 tikungan. Nantinya jalur ini akan memiliki 4 tikungan.
Meski Pembangunan jalan baru ini membawa dampak positif kedepannya, tetapi warga berharap dalam prosesnya tidak mengganggu lahan perkebunan warga. Seperti sebelumnya, limbah tanah kerokan dari proyek jalan baru ini sempat menimbun lahan perkebunan warga saat musim hujan.
Tanah itu meleleh dan luruh menutupi beberapa kebun milik warga. Limbah itu sontak mengganggu pertumbuhan pohon cengkih di kebun itu.
“Kami berharap dampak seperti itu. Biasanya dampak itu mungkin di luar prediksi, karena curah hujan tinggi. Jadi berdampak pada kebun. Dulu, dampaknya sampai ke tempat wisata seperti air terjun. Tapi mereka memaklumi karena ada proyek kontruksi. Tapi saat ini kami harap itu tidak ada,” ujar Kepala Desa Gitgit, I Putu Arcana, Selasa (29/8) pagi.
Pembangunan lanjutan dari jalan baru ini juga diwanti-wanti Gubernur Bali Wayan Koster agar tidak molor. PT. Sinar Bali dan Agung KSO diharapkan mengerjakan proyek tepat waktu. Terlebih cuaca saat ini terbilang cerah dan belum waktunya turun hujan.
Baca Juga: Jokowi Resmikan Jalan Shortcut Singaraja-Mengwitani & Bendungan Tamblang
“Kerja siang malam mumpung cuacanya bagus. Jangan terlambat lagi. Lebih cepat lebih baik. Selesaikan tepat waktu. Kalau sudah begitu yang reputasinya bagus kan Perusahaan juga, dapat dipercaya,” tegasnya saat datang ke Buleleng untuk melakukan Groundbreaking atau peletakan batu pertama di area proyek, Selasa (29/8) pagi.
Jika titik 7D dan 7E rampung, maka dilanjutkan dengan pembangunan titik 9 dan titik 10. Titik ini ada di kawasan Gitgit dan Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Panjang jalan 2.984 meter dan jembatan 925 meter.
Diperkirakan mulai dari parkir air terjun Gitgit atas hingga parkir air terjun Gitgit yang bawah. Setelah seluruhnya rampung, maka akan dilakukan uji laik fungsi. (*)