Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pelayanan Lokal vs Bule di Hotel Bintang Lima Ubud Dikeluhkan, Cok Ace : Seyogyanya Tidak Terjadi

Rika Riyanti • Rabu, 30 Agustus 2023 | 21:29 WIB

 

KETIMPANGAN: Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati
KETIMPANGAN: Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

DENPASAR, BALI EXPRESS - Belum lama ini, pelayanan salah satu hotel bintang lima di kawasan Ubud, Gianyar, Bali menjadi sorotan. Pasalnya, disebutkan adanya ketimpangan atau beda pelayanan antara warga lokal dengan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegata (wisman) yang menginap di hotel bintang lima tersebut.

 

Keluhan ini diunggah oleh mantan anggota DPR RI Putu Sudiantara alias Putu Liong di akun TikTok pribadinya.

 

Baca Juga: Beda Bule dan Bali pada Pelayanan Salah Satu Hotel Bintang 5 di Ubud Jadi Bahan Curhat Mantan Anggota DPR RI

 

Dalam unggahannya, ia menyampaikan kekecewaannya bagaimana ia yang duduk di lokasi tanpa ada seorang pun waiter yang mendekat, sementara bule di sebelahnya dilayani dengan baik oleh waiter hotel. Pada video tersebut ia juga memberi kode hotel bintang lima yang bersangkutan berlokasi di Ubud, Gianyar yang bersebelahan dengan Desa Bongkasa, Badung.

 

Dikonfirmasi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, menyampaikan bahwa pihaknya belum mendengar terkait kabar viral tersebut. Cok Ace juga mengaku belum membaca berita soal kejadian yang menimpa salah satu mantan anggota DPR RI tersebut.

 

 

“Saya belum mendengar, pun saya belum membaca, tapi seyogyanya hal itu tidak terjadi ya. Kita sama, wisatawan lokal, wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, kita perlakukan sama,” katanya, diwawancara usai menghadiri konferensi pers Pameran Bali Interfood 2023 di Bali Tourism Board, Rabu (30/8).

 

Cok Ace mengakui, keluhan-keluhan terkait adanya ketimpangan pelayanan diantara warga lokal dan wisatawan memang ada. Namun jika berkaca dari tragedi pandemi Covid-19 yang meluluhlantahkan Bali, mestinya cukup memberikan pembelajaran untuk tidak membeda-bedakan wisatawan.

 

"Iya, keluhan-keluhan semacam itu ada, dan setiap kalipun, saya kira sekarang Covid-19 memberikan kita pembelajaran banyak, artinya kalau sebelumnya kita fokus pada pasar mancanegara,” tuturnya.

 

Baca Juga: Daftar Hotel Murah di Bali dengan Harga di Bawah Rp 200 Ribu, Ada yang Rp 53 Ribu yang Bikin Liburan Tak Mahal

 

Sejak pandemi Covid-19 menimpa hampir seluruh dunia, dan menekan pariwisata Bali khususnya, pariwisata Bali dibantu oleh pasar domestik.

 

“Bahkan pasar lokal pun kita tidak menutup kemungkinan, orang-orang lokal kita pun juga sering (saat) wekeend, dari Denpasar dia berlibur di Buleleng, dan lain sebagainya, ini juga merupakan opportunity kita kedepan, jadi tidak harus wisman saja,” tandasnya.(*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#COK ACE #bali #bintang #bule #pelayanan #lima #Dikeluhkan