BALI EXPRESS - Tantangan Jro Jepang disambut baik oleh Jro Mangku Widhi. Keduanya bertemu di wilayah Gianyar pada Rabu (30/08) malam.
Dalam pertemuan itu, Jro Mangku Widhi langsung mempraktekkan metode hypnosis di hadapan Jro Jepang.
Dalam video yang beredar di media sosial Facebook, terlihat Jro Mangku Widhi meminta salah satu warga yang memonton untuk dihipnosis. Dengan satu sentuhan, warga tersebut pun terjatuh oleh Jro Mangku Widhi.
“Coba hidupkan, ayo bli hidupkan,” teriak masyarkat yang menonton kepada Jro Jepang.
Jro jepang yang hanya duduk kemudian memancing emosi warga. Warga yang emosi hampir saja melayangkan bogem mentah kepada Jro Jepang.
Beruntung aksi tersebut dihalau oleh warga lain.
Tak puas dengan pembuktian Jro Mangku Widhi, Jro Jepang pun meminta agar yang dihipnosis adalah warga luar bukan penonton.
Permintaan itu pun diiyakan, dan meminta Jro Jepang sendiri mencari orang untuk dihipnosis.
Beberapa saat mencari, namun tak ada satu warga yang bersedia menjadi relawan untuk dihipnosis.
Merasa terpojok dan terus diserang oleh warga yang menonton akhirnya Jro Jepang memutuskan untuk pulang.
Belum sempat mengambil motor, warga justru menahan Jro Jepang dan meminta untuk melanjutkan pembuktian.
Bahkan beberapa warga terkesan sudah mulai anarkis. Warga meminta Jro Jepang memberikan klarifikasi dan minta maaf.
“Orang ini membuat paham kalau saya membohongi publik, kedua tyang sebagai mangku desa dikatakan tidak baik, ketiga dikatakan bahwa tyang mematok warga yang berobat kepada tyang. Ini fitnah,” ujar Jro Mangku Widhi.
Terdesak dan terpojok akhirnya Jro Jepang meminta maaf dan berjanji akan membuat klarifikasi di media.
“Inggih semeton sami tyang Jro Jepang meminta maaf kepada warga yang ada di Gianyar dan kepada Jro Mangku Widhi karena sudah membuat kerusuhan di tempat ini dan di media massa,” ungkap Jro Jepang.
Warga pun meminta Jro Jepang menghapus postingan di media sosialnya. Usia itu Jro Jepang pun pulang dibarengi dengan sorakan warga.
Editor : I Putu Suyatra