JEMBRANA, BALI EXPRESS - Hari kedua paska hilang terseret arus, Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian MBR, di perairan Pantai Pengambengan.
Bocah umur 9 tahun itu hilang terseret arus saat mandi bersama kakeknya di pintu keluar masuk kolam labuh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.
Baca Juga: Komentar Mohammed Rashid Menjelang Laga PSIS vs Bali United
Pantauan di lokasi, Tim SAR Gabungan sejak pukul 06.30 Wita turun menggunakan rubber boat, menyisir perairan Pantai Pengambengan. Namun hingga sesi pertama pencarian yakni pukul 09.00 Wita, petugas Tim SAR Gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban terseret arus.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana Dewa Putu Hendri Gunawan menyebutkan, sesi pertama pencarian hari ke-2 korban yang hilang terseret arus di perairan Pengambengan dengan jangkauan seluas kurang lebih enam nautical mile.
Baca Juga: Dikaitkan dengan Promosi Judi Online, Manajemen Sebut Wulan Guritno Korban
Pencarian diperluas ke selatan Jembrana dan dilakukan penyisiran untuk antisipasi korban terdampar.
“Pencarian dimulai pukul 6.30 Wita dengan menggunakan satu peralatan utama (alut) rubber boat milik Basarnas Bali,” ujarnya.
Meski diperluas, Dewa Hendri menjelaskan bahwa radius pencarian masih di sekitar perairan Selatan Pengambengan yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
Baca Juga: Aaliyah Massaid Dikabarkan Dekat dengan Thariq Halilintar, Ini Tanggapan Angelina Sondakh
Selain melakukan penyisiran, pihaknya juga berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk menginformasikan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami juga lakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir pantai yang ada di Jembrana,” imbuhnya.
Baca Juga: Bhayangkara FC vs Arema FC, Singo Edan Raih Kemenangan dan Clean Sheet Beruntun
Pihaknya, lanjut Dewa Hendri, berharap kepada masyarakat pesisir segera melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Pencarian secara intensif terus kami lakukan untuk menemukan korban. Namun, pencarian hingga pukul 9.00 Wita masih nihil,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna