Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ritual Hindu Bali; Datangi Ayuterra Resort Ubud, Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda Ungkap Ritual Salah Pati

Wiwin Meliana • Selasa, 5 September 2023 | 15:17 WIB
Toloh umat Hindu di Bali, Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda (kanan)
Toloh umat Hindu di Bali, Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda (kanan)

BALI EXPRESS - Sebagai bentuk kepedulian, Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, salah seorang pemimpin umat Hindu di Bali, datang langsung ke tempat kejadian jatuhnya tram lift yang menewaskan lima orang karyawan Ayuterra Resort, Ubud, Gianyar, Senin (04/09).

Dalam kehadirannya, Ida Pandita meninjau langsung lokasi terjadinya kecelakaan kerja di Ayuterra resort Ubud itu dan memberikan pandangan secara Hindu di Bali.

Sulinggih yang juga seorang akademisi pada salah satu universitas di Bali, ini menjelaskan bahwa untuk menormalisasi Ayuterra Resort Ubud secara Hindu, itu ada serangkaian upacara yang harus dilakukan.

Sebab insiden yang merenggut nyawa itu merupakan jenis kematian salah pati dalam ajaran Agama Hindu.

“Saya tidak akan membahas mengapa bisa jatuh, yang jelas apa yang bisa kita lakukan, yang sudah lewat biarlah lewat. Tugas kita adalah menormalisasi menyangkut tempat di sini dan yang meninggal ini punya roh, diapakan ini?” ujar Ida.

Lebih lanjut, dalam beberapa sumber teks, kematian para pegawai Ayuterra Resort termasuk jenis kematian salah pati.

Dalam kematian ini, roh manusia belum sepenuhnya diterima di alam sana.

Namun bisa dimohonkan dengan beberapa ritual upacara.

Bagi korban yang sudah dikebumikan perlu dilakukan ritual tambahan di antaranya upacara nebusin di tempat kejadian.

Kemudian nebusin di catus pata dan nebusin di sedan setra (kuburan).

“Kemudian saat dibawa ke setra harus dibuatkan pintu baru, ngungkab lawang istilahnya. Ada caru brumbun di cangkem setra atau di pintu masuk. Ini yang harus dilakukan baik yang diaben atau yang dikubur,” jelasnya.

Hal ini mengingat karena di dunia dikenal fisika dan metafisika, atau alam nyata dan tidak nyata.

"Jadi tidak hanya secara kasat mata, tapi juga dalam kondisi abstrak. Seperti analogi bahwa hidup ini ada yang memberikan hidup (Tuhan), oleh sebab itu yang hidup ini bukan lah yang nyata saja," sebut beliau.

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda memberikan contoh, seperti alam semesta yang dianggap benda mati padahal tidak. Begitu pun sebongkah batu, apabila digesekkan maka akan mengeluarkan api, maka batu itu bukan termasuk benda mati.

Seperti diberitakan sebelumnya, petaka menimpa lima orang karyawan yang sedang bekerja di Ayuterra Resort, Banjar Kedewatan Let, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali pada Jumat 1 September 2023.

Para Pegawai Ayuterra Resort Ubud yang menjadi korban insiden gondola yang terjun bebas dari ketinggian.

Para korban adalah Sang Putu Bayu Adi Krisna, 19; Ni Luh Superningsih, 20; I Wayan Aries Setiawan, 23; Kadek Hardiyani, 24; dan Kadek Yanti Pradewi, 19.

Peristiwa nahas ini bermula ketika kelima karyawan tersebut naik lift jembatan (gondola) sekira pukul 13.00 Wita.

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #ubud #gianyar #Acharya Nanda #hindu #ayuterra resort #salah pati