JEMBRANA, BALI EXPRESS – Nama dan foto Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana dicatut oknum tak bertanggung jawab. Hal itu disinyalir akan digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut melakukan modus penipuan.
Bahkan dalam memuluskan aksinya, oknum tak bertanggung jawab itu memasang foto keluarga Kapolres Jembrana itu sebagai profil Whatsapp.
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, dirinya mengetahui jika nama dan profil keluarga dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab setelah salah satu temannya di Medan menanyakan langsung.
"Ada temen saya di Medan yang konfirmasi terkait nomor baru itu. Saya tegaskan tidak. Saya hanya menggunakan satu nomor saja," ujar Kapolres Jembrana Dewa Juliana.
Dengan kejadian ini, Dewa Juliana mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada jika menerima telepon dari nomor baru. Karena modus penipuan dengan mencatut nama hingga foto profil sudah seringkali terjadi.
Untuk itu masyarakat disarankan menghubungi ke pemilik nama atau nomor aslinya sebagai antisipasi.
“Modusnya hampir sama. Banyak orang terutama pejabat pemerintah bahkan TNI dan Polri juga mengalami hal serupa,” terangnya.
Karena itu, kepada penerima telepon diharapkan melakukan kroscek kembali kepada pemilik nomor sebenarnya guna menghindari ke hal negatif.
Sebagai antisipasi, Kapolres Jembrana menegaskan, bagi siapa pun yang dihubungi oleh nomor tidak dikenal atau nomor baru yang mengatasnamakan orang lain, terlebih pejabat, kalau meragukan agar melakukan kroscek atau mengkonfirmasi langsung ke yang bersangkutan. Karena oknum tidak bertanggungjawab ini kerap memanfaatkan nama dan foto profil seseorang untuk meyakinkan calon korbannya.
“Masyarakat harus hati-hati dan waspada. Karena mereka tidak mengenal status untuk menentukan sasaran korbannya," paparnya.
Apalagi jika komunikasi yang terjadi dengan oknum sampai mengarah ke suatu permintaan. "Itu harus dipertanyakan dan dikonfirmasi ulang lagi. Beruntung tidak sampai ada yang kena (penipuan). Karena yang dihubungi juga sudah konfirmasi ke saya," pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna