Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mangkrak Bertahun-tahun, Bangunan PPI di Pesisir Pantai Karangdadi Justru Hilang Tersapu Ombak

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 6 September 2023 | 16:00 WIB
SIA-SIA : Kondisi pesisir Pantai Karangdadi yang menjadi lokasi proyek PPI.
SIA-SIA : Kondisi pesisir Pantai Karangdadi yang menjadi lokasi proyek PPI.

 

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Bangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di pesisir Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, yang selama ini makrak bertahun-tahun ternyata hilang diterjang ombak.

 

Pantauan di lapangan Selasa (5/9), pesisir Pantai Karangdadi mengalami perubahan yang cukup signifikan jika dibandingkan pada tahun 2021 lalu. Dimana pesisir pantai berpasir hitam itu semakin menyempit. Padahal tanggul sudah dibangun tahun lalu, untuk mengantisipasi abrasi yang kian parah.

 

 

Selain itu, Pantai Karangdadi juga semakin dikenal namanya setelah terpilih menjadi lokasi pembangunan PPI pertama  di Klungkung. Hanya saja bangunan proyek PPI tersebut saat ini sudah tak tampak, bahkan gapura yang menjadi pintu masuk PPI juga tak terlihat keberadaannya.

 

Hanya ada sisa puing-puing bangunan itu berupa pancang beton dan itupun sudah tenggelam di laut. Posisinya sekitar 50 meter dari pesisir pantai. Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan jika bangunan PPI itu sudah lama hilang karena abrasi. “Bangunan itu (PPI) sudah lama hilang, mungkin lebih dari setahunan. Sudah di laut itu" ujar warga.

 

Ditambahkannya jika beton bangunan itu itu sesekali muncul di permukaan, namun kembali tenggelam. Hanya itu yang tersisa dari proyek yang sejatinya dapat menjadikan Klungkung sebagai pusat pasar ikan selayaknya Kedonganan, Badung.

 

"Ya dulu rencananya jadi pusat pendaratan ikan, ada gedung pembuatan es juga. Tapi sekarang sudah hilang semua,” imbuhnya kecewa.

 

 

Padahal pembangunan proyek itu berjalan cukup lama yakni dibangun tahun 2005, dan rampun dibangun pada tahun 2012. “Tapi tidak ada kejelasan bagaimana kelanjutannya, sampai-sampai sekarang bangunannya sudah hilang dimakan ombak,” tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #abrasi #pantai #ombak #karangdadi #mangkrak #klungkung