Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Puluhan Warga Gerudug Kantor Desa Negari, Ada Apa ?

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 7 September 2023 | 00:45 WIB
PASANG PAGAR : Puluhan warga mendatangi Kantor Desa Negari dan memasang pagar bambu dan kayu.
PASANG PAGAR : Puluhan warga mendatangi Kantor Desa Negari dan memasang pagar bambu dan kayu.

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Puluhan warga menggerudug Kantor Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Rabu (6/9). Usut punya usust kedatangan warga berpakaian adat madya itu adalah untuk mempertanyakan tanah pelaba Pura Batur yang terkena akses jalan masuk ke kantor desa tersebut.

 

Pantauan di lapangan, warga yang datang ke lokasi sekitar pukul 10.00 WITA langsung membuat pagar dari bambu dan kayu di depan kantor desa tersebut. Setelah itu warga pun diterima oleh Sekretaris Desa Negari, I Ketut Darta lantaran Perbekel Negari, Gusti Bagus Mahendra sedang menghadiri pertemuan di GOR Swecapura Gelgel. 

 

Menurut Gusti Ngurah Agung yang merupakan salah satu pengempon Pura Batur, Pura Batur ini terletak di sisi barat Kantor Desa Negari.

 

 

“Tanah di depan kantor desa itu ada tanah pelaba Pura Batur. Kebetulan tadi krama sedang ngayah, jadi warga kompak mau menanyakan terkait tanah itu,” ungkap pria yang juga mantan Perbekel Desa Negari tersebut.

 

Ditambahkannya jika sebelumnya sudah ada pertemuan antara pihak desa dengan kelihan dan perwakilan dari pengempon Pura Batur, hanya saja belum ada titik temu. Meskipun tanah pelaba pura yang terkena akses jalan masuk ke kantor desa itu sebenarnya tidak banyak, hanya beberapa meter. 

 

“Kedatangan kami kesini pada intinya untuk memastikan bagaimana nanti tanah pelaba pura ini, karena harus jelas. Kalau pada masa saya sebagai Perbekel, ada permintaan dari krama pengempon pura, saya berusaha berikan berupa punia ke pengempon pura,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Desa Negari I Ketut Darta menjelaskan bahwa akses masuk dan gapura Kantor Desa Negari itu sebenarnya sudah dibangun tahun 2021 silam. Pada masa perbekel sebelumnya, dimana pihak kantor desa terkena sewa lahan. Namun sejak tahun 2022, hal itu tidak bisa lagi dilakukan.

 

“Karena memang dari sisi aturan untuk sewa lahan itu tidak ada, jadi (sewa) tidak bisa dilakukan,” ungkapnya.

 

 

Pihaknya pun mempermasalahkan aksi warga yang memasang pagar di depan Kantor Desa Negari selama hal itu dilakukan dengan tertib.  “Intinya tidak ada regulasi untuk sewa lahan, bagaimana kami tanggung jawab uang pemerintah,” tandasnya.

 

Sebelum membubarkan diri, massa membuat pagar dari kayu dan bambu di sisi barat pintu masuk kantor desa. Ini sebagai pembatas dari tanah kantor desa, dengan tanah pelaba Pura Batur. (*)

 

Grafis: Sigit AP/JPRM
Grafis: Sigit AP/JPRM
Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #tanah #negari #pelaba #warga #pura #klungkung #desa