KARANGASEM, BALI EXPRESS - Bali diguncang oleh peristiwa mengerikan saat tanah longsor menimpa wilayah Tukad Taksu, Banjar Dinas Kemoning, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem pada hari Senin (11/9).
Tragedi ini berawal ketika empat pencari batu, I Kadek Berata, I Ketut Sueca, I Kadek Berata, dan I Kadek Pasek, berada di tebing yang tiba-tiba longsor. Satu di antara mereka, I Kadek Suardika, hanya menonton.
Sayangnya, ketiga dari empat pencari batu yang tertimbun longsor, yaitu I Kadek Berata, I Ketut Sueca, dan I Kadek Pasek, harus merelakan nyawa mereka dalam tragedi ini. Proses evakuasi yang dilakukan dengan alat berat telah berlangsung, dan dua korban selamat, I Kadek Berata dan I Kadek Sueca, kini dalam keadaan selamat.
Kisah tragis ini semakin mendalam dengan penuturan korban selamat, I Kadek Berata, yang mengungkapkan momen mengerikan ketika tanah yang dipijaknya tiba-tiba longsor.
Keberuntungan berpihak padanya karena berhasil selamat, terpental oleh kayu yang ikut jatuh bersama longsoran.
"Saya terpental oleh kayu di atas yang ikut jatuh," terangnya.
Namun, apa yang membuat tragedi ini semakin mengguncang adalah pernyataan korban yang selamat, I Kadek Suardika.
Ia mengaku memiliki firasat yang kurang baik saat akan pergi mencari batu, terutama karena mereka tidak melakukan ritual ngaturang canang, suatu tindakan yang biasa dilakukan sebelum beraktivitas di Bali untuk memohon keselamatan.
"Sempat memiliki firasat, karena di sini kan baru pertama kali mencari batu, kok tidak ngaturang canang, apalagi sekarang Kajeng Kliwon," ungkapnya.
Kronologi Tragedi Tebing Longsor di Karangasem Bali Senin (11/9):
Peristiwa tanah longsor terjadi di wilayah Tukad Taksu, Banjar Dinas Kemoning, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem, Bali.
Di tebing yang longsor, terdapat lima orang. Empat di antaranya sedang mencari batu, yaitu I Kadek Berata, I Ketut Sueca, I Kadek Berata, dan I Kadek Pasek. Sementara I Kadek Suardika hanya menonton.
Dalam peristiwa tragis ini, tiga orang korban, yaitu I Kadek Berata, I Ketut Sueca, dan I Kadek Pasek, tertimbun oleh longsoran dan dinyatakan meninggal dunia.
Proses evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan alat berat. Dua korban lainnya, I Kadek Berata dan I Kadek Sueca, berhasil diselamatkan.
Pihak TNI/Polri turut berada di lokasi untuk membantu dalam proses evakuasi. PMI, BPBD, dan Basarnas juga terlibat dalam upaya penyelamatan.
Keluarga korban yang berada di lokasi mengalami kehancuran emosional, dan isak tangis pecah saat mengetahui kejadian tragis ini.
Penuturan I Kadek Berata:
I Kadek Berata menceritakan bahwa saat mereka sedang mencari batu di tebing, tanah yang mereka pijak secara tiba-tiba longsor.
Ia berhasil selamat dari insiden ini karena terpental oleh kayu yang turut jatuh bersama longsoran.
Penuturan I Ketut Sueca:
I Ketut Sueca mengakui bahwa ia sempat dievakuasi oleh kedua orang yang selamat karena tertimbun di pinggir. Namun, ia kemudian dilarikan ke RSUD Karangasem dan dinyatakan meninggal dunia.
Catatan:
I Kadek Berata juga mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kali mereka mencari batu secara manual di tempat tersebut. Mereka mendapat ajakan dari salah satu rekan yang juga menjadi korban.
Kadek Suardika datang ke lokasi untuk mengingatkan paman-pamannya untuk beristirahat karena sudah siang. Namun, kejadian tragis ini terjadi dengan sangat cepat.
Sebelumnya, I Kadek Suardika sempat memiliki firasat yang kurang baik saat akan menaiki tempat tersebut, mengingatkan akan betapa cepatnya kehidupan dapat berubah dalam sekejap.
Editor : I Putu Suyatra