GIANYAR, BALI EXPRESS - Tim Penyidik Polsek Tampaksiring akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, termasuk dua pekerja dan bendesa setempat terkait dugaan mengintip dan merekam pengunjung Tirta Empul yang berada di Tampaksiring, Gianyar, Bali.
Pemeriksaan ini memberikan wawasan lebih lanjut mengenai ciri-ciri pelaku yang diduga mengintip pengunjung Tirta Empul di ruang ganti.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penjung mengaku diintip saat berada di ruang ganti Tirta Empul. Tirta Empul adalah salah satu obyek wisata populer di Bali.
Kapolsek Tampaksiring, AKP Gede Endrawan, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan pada Senin (11/9) dan melibatkan saksi seperti I Nyoman Suarnata Hindu dari Banjar Tatag, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring; Komang Ardiasa dari Banjar Tatag, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, yang merupakan pekerja fotografer, serta bendesa I Made Mawi Arnata dari Banjar Manukaya, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring.
"Pemeriksaan ini bertujuan untuk meminta kronologi kejadian dan ciri-ciri pelaku yang mereka lihat saat kejadian," ujarnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, I Nyoman Suarnata, yang bekerja sebagai fotografer, menceritakan bahwa saat kejadian hanya Ni Wayan Ninda Melinda yang berteriak dan menghampirinya, mengatakan bahwa ada seseorang yang mengintipnya di ruang ganti menggunakan hp.
Pelaku ini memiliki ciri-ciri perawakan kurus, kulit hitam, dan rambut panjang.
"Namun saya tidak menyadari keberadaannya, bahkan setelah saya mencarinya, ternyata tidak ada," tambahnya.
Bendesa Manukaya, Made Mawi Arnata, yang mendampingi pemeriksaan, berharap agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan dengan cara menambah pemasangan CCTV serta meningkatkan keamanan di kamar ganti.
"Kami akan memperketat pengawasan dengan menambah pemasangan CCTV dan berusaha menutup serta memperbaiki kamar ganti," tegasnya.
Pada siang hari Selasa (12/9), pihak penyidik melanjutkan pemeriksaan dengan memeriksa korban, Ni Wayan Ninda Melinda, yang berasal dari Desa Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kabupaten Denpasar.
Selama pemeriksaan, penyidik memperlihatkan hasil rekaman CCTV yang sesuai dengan ciri-ciri pelaku tersebut.
"Korban membenarkan bahwa itu adalah orang yang mengintipnya, namun setelah kami memblur gambarnya, dia tidak lagi mengenali pelaku," ujarnya.
Editor : I Putu Suyatra