Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fakta Baru Terungkap: Penyuluh Lapangan KB di Bali Utara Ternyata Residivis Narkoba Jaringan Medan - Bali

I Gede Paramasutha • Jumat, 15 September 2023 | 06:17 WIB
BONGKAR: Petugas menggeledah barang bukti tujuh box diduga berisi narkotika jenis ganja milik sindikat yang beroperasi di Buleleng.
BONGKAR: Petugas menggeledah barang bukti tujuh box diduga berisi narkotika jenis ganja milik sindikat yang beroperasi di Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Kasus penangkapan seseorang dengan inisial KD, seorang Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (KB) di Bali Utara, oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, telah mengungkap fakta baru yang mencengangkan. Ternyata, KD adalah seorang residivis narkoba yang terlibat dalam jaringan narkotika dari Medan hingga Bali.

Penangkapan KD yang terjadi di Kelurahan Seririt, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, pada tanggal 13 September 2023, mengejutkan banyak pihak.

Untuk diketahui, Buleleng adalah Kabupaten yang berada di bagian utara Pulau Bali.

Lebih mengejutkan lagi adalah fakta bahwa KD, yang sehari-harinya bekerja sebagai Penyuluh Lapangan KB, ternyata memiliki catatan kriminal terkait narkoba.

Menurut Kepala BNNP Bali, Brigjenpol Raden Nurhadi Yuwono, dalam penggeledahan, petugas berhasil menemukan tujuh kotak besar yang diduga berisi narkotika.

Dugaan sementara adalah bahwa barang tersebut adalah ganja, dengan berat bruto mencapai 7,2 kilogram atau berat netto sebesar 6,3 kilogram.

KD, yang merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika dari Medan ke Bali yang beroperasi di Buleleng, juga diketahui sebagai seorang residivis narkotika yang baru saja bebas pada tahun lalu.

"Tersangka juga merupakan residivis kasus narkotika yang baru bebas tahun lalu," tambah Jenderal bintang satu tersebut.

Hal ini membuat kasus penangkapannya semakin mencolok dan mengingatkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi masalah serius di wilayah ini.

"Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Terbatas Presiden RI Joko Widodo bersama Kepala BNN RI, Komjenpol Petrus Reinhard Golose, beserta pimpinan K/L, pada Senin 11 September 2023, di Istana Merdeka. Rapat itu membahas terkait penanganan masalah narkotika di Indonesia secara extraordinary," kata Brigjenpol Raden Nurhadi Yuwono.

Camat Seririt, I Gusti Putu Mastika, mengakui bahwa KD telah lama menjadi Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana di wilayah Kecamatan Seririt.

"KD asalnya dari Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Sudah lama jadi penyuluh. Entah tahun kapan saya juga tidak begitu tahu pasti," kata Mastika.

Saat ini, pihak berwenang sedang melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap lebih banyak informasi tentang jaringan narkotika yang melibatkan KD dan tersangka lain yang mungkin terlibat dalam peredaran barang haram ini.

Penangkapan ini juga menyoroti pentingnya meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika di wilayah Bali dan sekitarnya.

Editor : I Putu Suyatra
#ganja #bali #penyuluh #KB #buleleng