BADUNG, BALI EXPRESS - Pembubaran tajen berbalut tabuh rah di sebuah pura di kawasan Petang, Badung, Bali, Selasa (19/9), kini sedang menjadi sorotan publik.
Pasalnya, selain memeriksa pihak penyelenggara dan penanggungjawab tajen berbalut tabuh rah, Propam Polda Bali juga memeriksa Kapolsek Petang, AKP I Gusti Ngurah Ketut Sukarata.
Kapolsek Petang itu diperiksa karena mengeluarkan surat permakluman tabuh rah berkaitan dengan piodalan yang kemudian disebut berujung judi yang populer di Bali bernama tajen.
“(Kapolsek Petang) hanya dimintai keterangan berkaitan dengan surat permakluman tabuh rah,” kata Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan tabuh rah dan judi?
Sabung ayam di Bali dibedakan menjadi dua jenis: judi dan Tabuh Rah untuk umat Hindu.
Baca Juga: Tata DTW Pantai Kelingking, Pemkab Klungkung Gelontorkan Anggaran Rp37 Miliar
Sabung ayam dikategorikan sebagai judi jika:
1. Dilaksanakan lebih dari tiga sahet (pertandingan).
2. Tidak dilengkapi dengan adu-aduan seperti kemiri, telur, dan kelapa.
3. Tidak disertai upakara yadnya (ritual keagamaan).
4. Terdapat taruhan dengan harapan untuk menang.
Sabung ayam dikategorikan sebagai Tabuh Rah jika:
1. Dilaksanakan hanya tiga sahet (pertandingan).
2. Dilengkapi dengan adu-aduan seperti kemiri, telur, dan kelapa.
3. Disertai upakara yadnya (ritual keagamaan).
4. Tidak memiliki motivasi judi, melainkan sebagai perwujudan keiklasan dalam berkorban untuk yadnya (upacara keagamaan).