Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ditinggal ke Pura, Bale Dangin Kebakaran: Peringatan Warga Bali untuk Hati-hati Gunakan Dupa

I Wayan Ananda Mustika Putra • Rabu, 27 September 2023 | 02:00 WIB

 

Bale dangin I Nyoman Kayun di Banjar Bonnyuh Desa Petak, Kecamatan Gianyar, Bali, dilahap api, Selasa (26/9).
Bale dangin I Nyoman Kayun di Banjar Bonnyuh Desa Petak, Kecamatan Gianyar, Bali, dilahap api, Selasa (26/9).

GIANYAR,BALI EXPRESS - Masyarakat nampaknya harus lebih hati-hati saat mebanten menggunakan dupa agar tidak sampai menimbulkan kebakaran.

Seperti yang dialami keluarga I Nyoman Kayun, 75, di Banjar Bonnyuh Desa Petak Kecamatan Gianyar, Bali, Selasa (26/9) Pukul 09.30 WITA.

Bale dangin dan gudang tempat menyimpan stok gabah keluarga hangus terbakar. 

Kapolsek Gianyar Kompol, I Gede Sudyatmaja mengatakan sebelum kebakaran pemilik rumah sempat mebanten Kajeng Kliwon.

Diduga ada dupa yang ditancapkan di bale dangin, namun ditinggal maturan ke Pura Dalem setempat.

“Kebakaran itu menurut informasi kemungkinan asap dupa, pas rainan Kajeng Kliwon mebanten. Mungkin jatuh karena ditinggal ke pura,” ujarnya.

Saat kejadian kebetulan bertepatan dengan pujawali di Pura Dalem setempat.

Jadi, semua anggota keluarga pergi sembahyang ke pura.

“Saat kejadian rumah dalam kondisi sepi. Cuma ada 1 anaknya di rumah,” jelasnya. 

Peristiwa kebakaran itu diketahui oleh para tetangga saat api sudah berkobar-kobar.

“Saya pas di kantor, ditelepon sama orang rumah bahwa ada kebakaran itu. Langsung saya lari api sudah besar,” jelasnya. 

Peristiwa kebakaran itu dengan cepat diketahui oleh masyarakat setempat.

Selain membantu memadamkan secara manual, warga juga menghubungi Damkar Gianyar dan pihak terkait. 

Bersama personil Damkar Gianyar, Babinsa Desa Petak Induk Ramil 1616-01/Gianyar bersama Bhabinkamtibmas Desa Petak Induk membantu memadamkan api kebakaran bangunan bale dangin dan gudang tempat penyimpanan kayu.

Api dapat dipadamkan pada pukul 10.10 WITA. 

Adapun yang terbakar berupa bangunan gudang tempat menyimpan kayu dan gabah dengan ukuran panjang 9 meter x 4,5 meter dan bale dangin dengan ukuran 5 meter x 7 meter, kayu belalu sebanyak 9 Kibik, gabah 40 Karung. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp 200 jutaan.

“Gudang tempat menyimpan gabah dan kayu juga terbakar,” jelas Eka. 

Mirisnya, kayu-kayu yang hangus tersebut merupakan bahan yang akan dipakai membangun rumah.

Keluarga mencicil sedikit demi sedikit sembari mengumpulkan dana.

Pasca kejadian, keluarga dibantu warga setempat gotong royong melakukan bersih-bersih.

“Ada gabah yang masih bisa dipakai itu diselamatkan. Juga barang-barang lain yang masih bisa dipakai,” ujarnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #gianyar #dupa #kebakaran