Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jadi Oleh-oleh Khas Bali yang Digemari Orang Jepang, Harga Garam Kusamba di Jepang Capai Rp 200 ribu per Kg

Wiwin Meliana • Selasa, 3 Oktober 2023 | 17:10 WIB

Garam Kusamba digemari orang Jepang sebagai oleh-oleh khas Bali
Garam Kusamba digemari orang Jepang sebagai oleh-oleh khas Bali
BALI EXPRESS- Garam berkualitas tinggi dengan cita rasa gurih khas Bali bisa kita temukan di kawasan pantai Kusamba, bahkan kualitasnya diakui sampai ke negara Jepang. Hal ini dikarenakan petani garam di Kusamba masih mempertahankan cara-cara tradisional untuk proses pembuatannya.

Hal tersebut juga diakui oleh pemilik akun @manachan_3 di media sosial Instagram. Dalam vlog singkatnya, perempuan asli Jepang yang telah tinggal selama 10 tahun di Bali ini mengungkap bahwa oleh-oleh khas Bali yang sangat disukai oleh orang Jepang adalah garam Kusamba.

Dalam video yang dibagikan kembali oleh beberapa akun media sosial itu, terlihat perempuan dengan wajah khas orang Jepang berkunjung langsung ke petani garam di Kusamba, Klungkung, Bali.

Baca Juga: AWK Kaget, Ternyata Jumlah Tunggakan SPP Siswa di SMK Prada Capai Rp 1 Miliar

Pada videonya ia terlihat memakai baju kebaya ditemani kedua orang tuanya. Sang ayah diduga orang Bali, sementara sang ibu merupakan orang Jepang. Meski mengaku orang Jepang asli, perempuan itu terlihat fasih berbahasa Indonesia dan bahasa Bali. Ia terlihat membuat narasi dalam videonya mengunakan tiga bahasa yakni Indonesia, Bahasa Bali dan Jepang.

“Tau gak oleh-oleh apa yang orang Jepang titip ke aku setiap aku pulang ke Jepang? Jawabannya, garam. Garam natural di Kusamba,” ungkapnya, dikutip pada Selasa (3/10).

Perempuan itu pun menjelaskan bahwa di petani langsung harga garam per kilo mencapai Rp 20.000. sedangkan di Jepang harganya mencapai Rp 200.000. Bisa dimaklumi kualitas baik tentu harganyapun lebih mahal dibandingkan dengan garam lainnya.

Ia pun juga terlihat memborong beberapa kilo garam Kusamba yang akan distok di rumah untuk digunakan memasak dan Sebagian akan dibawa pulang ke Jepang sebagai oleh-oleh.

Baca Juga: Dipimpin Kubayan Mucuk, Begini Pelaksanaan Tradisi Melapu di Bayung Gede

Untuk diketahui, garam Kusamba dibuat dengan cara tradisional, dengan mengangkut air laut pantai Kusamba menggunakan dua buah penampungan air yang terbuat dari daun palm, air tersebut dibawa dengan cara dipikul agar mempermuda proses penyiraman,  air tersebut disiramkan ke permukaan pasir yang telah diratakan, proses penyiraman ini bisa sampai 3 kali, sehingga akhirnya pada pasir tersebut terbentuk kristal-kristal garam. Pengeringan ini bisa sampai sekitar 4 jam dibawah teriknya sinar matahari. Setelah pasir yang disiram tersebut kering dan terbentuk kristal garam dengan sempurna, maka pasir tersebut dikumpulkan dan diangkut ke dalam gubuk ditaruh ke tempat penyaringan dari wadah khusus untuk proses filtrasi, pasir tersebut disiram lagi dengan air garam, air yang keluar atau hasil filtrasi ini ditampung dalam sebuah wadah.

Baca Juga: Bukan Turun Kelas, Ini Solusi yang Ditawarkan AWK untuk Sisiwi Nunggak SPP di SMK Prada

Air hasil filtrasi tersebut kemudian dijemur lagi dengan menggunakan lapak dari belahan pohon palm atau kelapa, yang tengahnya dibuat seperti palung (cekungan) untuk tempat menampung dan menjemur air garam tersebut.  sehingga air garam tersebut menjadi keras, kemudian dikeruk menjadi butiran-butiran garam putih yang siap untuk dikonsumsi.

 

Editor : Nyoman Suarna
#Negara jepang #garam kusamba #oleh oleh khas bali