KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Pemancing asal Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkungm Bali, yang diberitakan menghilang setelah dihantam ombak tinggi di Pantai Tanjung Naup, Nusa Penida, hingga hari ketujuh belum juga ditemukan.
Dengan demikian sesuai ketentuan operasi SAR, Tim Basarnas Bali pun memutuskan menghentikan pencarian I Wayan Sutrisna, 31.
Pantauan di lapangan, pencarian terakhir terhadap Wayan Sutrisna dilakukan Rabu (12/10). Dimana masih sama seperti hari-hari sebelumnya, pencarian dilakukan dengan menyisir lautan dari titik lokasi hilangnya Wayan Sutrisna dan diperluas ke wilayah perairan sekitarnya.
Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyebutkan bahwa pada pencarian hari ke-7, tim SAR memulainya pukul 07.30 WITA. “Tapi sampai akhir pencarian sekitar pukul 18.00 WITA, hasilnya masih nihil," ungkapnya Kamis (12/10).
Lantaran upaya pencarian tidak membuahkan hasil selama 7 hari, maka dilakukan evaluasi bersama tim SAR gabungan dan pihak keluarga korban Dimana sesuai aturan, operasi SAR dinyatakan selesai dan upaya pencarian dihentikan sementara.
"Namun apabila dikemudian hari ada informasi keberadaan target (Wayan Sutrisna), maka pelaksanaan operasi SAR dapat dibuka kembali untuk membantu pelaksanaan evakuasi," lanjutnya.
Sementara Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta mengungkapkan bahwa, pencarian terhadap Wayan Sutrisna dilakukan dengan menyisir lokasi di titik hilangnya, serta mengikuti arus laut. Perluasan pencarian korban juga sudah diperluas, dengan menyisir perairan sekitar 20 kilometer dari titik hilangnya korban. “Namun memang pencarian belum membuahkan hasil hingga hari ke-7,” ujarnya.
Menurutnya memang ada beberapa kendala dalam proses pencarian korban. Misalnya kondisi arus dan gelombang di lokasi hilangnya korban sangat kuat.
“Disamping itu kondisi cuaca juga ekstrim, serta angin yang cukup kencang. Sehingga proses pencarian korban, juga harus mempertimbangkan keselamatan tim SAR,” pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana