Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buat Kamu Penikmat Seni, Berikut 4 Rekomendasi Museum yang Bisa Dikunjungi di Ubud Bali

Wiwin Meliana • Kamis, 19 Oktober 2023 | 18:35 WIB

Museum Seni Agung Rai
Museum Seni Agung Rai
BALI EXPRESS- Ubud menjadi salah satu wilayah di Gianyar, Bali yang menyimpan segudang seni. Tak heran Ubud menjadi salah satu tujuan wisata baik lokal maupun internasional.Selain bisa mengunjungi berbagai tempat indah, wisatawan juga dapat mengunjungi beberapa museum seni di Ubud. 

Berikut kami rangkum rekomendasi museum yang bisa kalian kunjungi di Ubud, Bali.

  1. Museum Seni Agung Rai

Museum Seni Agung Rai atau Agung Rai Museum of Art (ARMA) merupakan salah satu museum seni rupa di Bali yang menyimpan berbagai koleksi lukisan yang berasal dari pelukis-pelukis ternama baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Museum ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro pada 9 Juni 1996

Museum yang berada di Jalan Pengosekan Ubud, Bali ini didirikan oleh pengusaha dan kolektor seni Bali, Anak Agung Gde Rai. Museum Seni Agung Rai (ARMA) menampung karya-karya pelukis paling berpengaruh di Ubud tahun 1930-an, serta seniman kontemporer lokal dan segala sesuatu di antaranya. Di antara seniman terkenal nasional dan internasional yang dapat Anda temukan di museum ini adalah Walter Spies, Adrien-Jean Le Mayeur, Raden Saleh, dan Affandi.

Baca Juga: Berita Denpasar: Pemkot Larang Penggunaan Laser Pemecah Awan

  1. Museum Blanco Renaissance
Museum Blanco Renaissance
Museum Blanco Renaissance

Don Antonio Blanco adalah salah satu dari banyak seniman berpengaruh yang jatuh cinta dengan desa Ubud yang menawan dan memilih untuk hidup dan terinspirasi oleh budaya, masyarakat, dan alamnya yang menakjubkan.

Banyak karya sang maestro kini dipamerkan di rumahnya sendiri, yang merupakan landmark arsitektur mengesankan dengan memadukan desain Eropa klasik dengan tradisional Bali. Museum ini berada di Jalan Campuhan, Sayan, Ubud, Gianyar, Bali.

  1. Neka Art Museum
Neka Art Museum
Neka Art Museum

Museum ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menyajikan sejarah dan perkembangan seni di Bali. Museum Seni Neka menampilkan karya seni monumental mulai dari abad ke-19 hingga saat ini. Koleksi lebih dari 300 karya disusun dalam paviliun dan ruang pameran berbeda, yang dikurasi dengan cermat untuk menyampaikan gambaran rumit dunia seni Bali di era berbeda.

Mulai dari lukisan Affandi yang legendaris hingga foto-foto dari lensa Robert Koke pada tahun 1930-an atau bahkan koleksi keris tradisional, para pecinta seni dapat mengharapkan pengalaman yang utuh dan mendalam di museum ini. Museum ini berada di jalan Raya Sanggingan Campuhan, Sayan, Ubud.

  1. Museum Puri Lukisan
Museum Puri Lukisan
Museum Puri Lukisan

Museum ini didirikan oleh pangeran Ubud Tjokorda Gde Agung Sukawati dan pelukis kelahiran Belanda Rudolf Bonnet, yang masing-masing menjadi direktur dan kurator pertama. Dimulai sebagai organisasi pelukis lokal, yayasan museum berkontribusi banyak dalam menjaga rumah karya seni Bali yang berkualitas tinggi dan banyak dicari.

Baca Juga: Pohon Kepah Raksasa Tumbang Timpa Pura : Berusia Ratusan Tahun, Selama Ini Disakralkan Masyarakat

Sejak saat itu, koleksinya terus bertambah dengan tambahan-tambahan baru yang luar biasa, kini mencakup lebih dari 150 lukisan indah dan puluhan patung dari berbagai era, gaya, dan aliran di Bali. Museum ini berada di jalan raya Ubud, Gianyar Bali.

 

 

 

Editor : Nyoman Suarna
#museum blanco renaissance #Museum Puri Lukisan #Neka Art Museum #museum seni agung rai