Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fakta Baru! Sebelum HN Tewas Lompat dari Lantai Tiga, Pernah 3 Kali Coba Bunuh Diri dan Bakar Kafe

I Gede Paramasutha • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 01:20 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah DN yang tewas akibat lompat dari mess lantai tiga di Denpasar Utara, Kamis (19/10) dini hari.
Petugas mengevakuasi jenazah DN yang tewas akibat lompat dari mess lantai tiga di Denpasar Utara, Kamis (19/10) dini hari.

DENPASAR, BALI EXPRESS – HN wanita asal Bandung sempat menunjukkan perilaku aneh sebelum mengakiri hidup dengan cara lompat dari lantai tiga mess Kamis (19/10).

 

Rekan korban, Denis Bujani,23, dijumpai Bali Express Jawa Pos Grup Jumat (20/10) di tempat kejadian perkara (TKP), mess karyawan Rumah Makan Ayam Prambanan di Jalan A. Yani Utara, Denpasar Utara  menuturkan perilaku aneh HN sebelum tewas.

 

Denis sebetulnya tidak begitu mengenal HN. Dia hanya kenal HN sekilas dari mantan pacarnya. Entah kenapa tiba-tiba saja wanita asal Bandung, Jawa Barat itu mendatanginya pada Selasa (17/10).

 

Dari awal, gerak-gerik HN memang dirasa aneh seperti orang linglung. Waktu itu, korban meminta diizinkan tinggal sebentar di TKP.  Awalnya Denis kurang setuju lantaran di tempat itu banyak laki-laki tapi kebetulan ada satu wanita istri teman, maka pemuda itu bersedia membantu.

 Baca Juga: Sekitar 750 KK di Seraya Timur Alami Kesulitan Air Bersih

Setelah istirahat di salah satu kamar di lantai tiga, HN sekitar pukul 17.00,  pamit pulang. Denis sempat menanyakan masalah yang dihadapi HN yakni merasa syok lantara merasa tidak punya siapa-siapa setelah diusir dari keluarganya.

 

Ditengah kebingungannya, HN sempat kerja di sebuah cafe di Nusa Dua, Badung namun sebentar. "Dia sempat cerita, tapi bicaranya tidak jelas dan terkesan ngawur, saya juga bingung, ini apakah benar pengakuannya dia atau tidak," tambahnya.

 

Berikutnya, korban datang lagi ke TKP pada Rabu (18/10). Kala itu , Denis tidak tahu karena sedang kerja buka warung sekitar pukul 14.00. Korban sempat berdiam diri di parkiran, tapi kemudian menghilang.

 Baca Juga: Polisi Lacak Layanan Esek-Esek Bule di Bali: Pakai Nomor Luar Negeri, Masuk Anggota Diseleksi Ketat

Saat menghilang tersebut, ternyata korban berkeliling di seluruh halaman mess, layaknya orang linglung. Bahkan sempat diusir pemilik mess lantaran hendak memanjat Sanggah (tempat ibadah Hindu).

 

Setelah diusir, korban datang lagi meminta izin istirahat di mess.  Sekitar pukul 00.00 korban keluar tanpa izin siapapun. "Sementara saat korban keluar pintu gerbang dikunci dari dalam oleh oleh pemilik mess," imbuhnya.

 

Sekitar pukul 01.00, HN masuk ke mess lagi dengan cara memanjat tembok. Korban sempat duduk diam di tangga dan setelah itu berlari naik ke lantai tiga mess. Dia menggedor-gedor pintu kamar Denis, sampai pemuda itu terbangun.

 

Namun ketika Denis akan membuka pintu, tiba-tiba terdengar suara gedebug yang sangat keras seperti ada sesuatu yang jatuh. Sehingga saat pintu sudah terbuka, Denis langsung menengok ke bawah dari teras. Ternyata ada korban yang tergeletak tak sadarkan diri. Sontak Denis berteiak minta tolong kepada penghuni yang lain dan melapor ke polisi.

 Baca Juga: Bocah SD Korban Pelecehan Oknum Guru Les di Karangasem Jalani Tes Psikologi

Pasca kejadian itu, Denis diminta oleh kepolisian untuk membantu mencari identitas lengkap korban. Sehingga, ia menuju ke tempat kerja korban sebelumnya di Nusa Dua. Denis dan polisi pun mendengar penuturan mengejutkan dari mantan bos korban, bahwa HN sudah tiga kali mencoba bunuh diri. Wanita itu juga membakar identitas dirinya dan dua kali membakar cafe.

 

"Menurut bosnya, mungkin korban memang mau menghilangkan identitasnya juga. Dia lari ke sini (mess) untuk lakukan bunuh diri, karena di Nusa Dua sudah gagal bunuh diri, mungkin cari saya karena tidak ada orang lain yang dia kenal, mungkin pikirannya kalau bunuh diri setidaknya ada orang yang ngurusin," bebernya lagi.

 

Denis sempat berkomunikasi dengan orang tua HN dan diminta untuk memfoto wajah korban guna memastikan itu anaknya.

 

"Saya kurang tahu jenazah korban sekarang sudah dijemput apa belum, karena sudah ketemu pihak keluarganya, jadi saya sudah lepas tidak ada urusan lagi," tandasnya.

 

Pasca kejadian ini, Denis juga harus keluar biaya patungan dengan pemilik mess untuk Upacara Mecaru. Walaupun insiden ini bukan salahnya, tapi Denis mau tak mau harus membantu, karena tragedi itu terjadi di tempat tinggalnya. (*)

 

Editor : Suharnanto Bali Express
#polresta #wanita #tewas #lompat lantai tiga #bandung #HN #denpasar