MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pasikian Yowana MDA Kabupaten Badung menggelar lomba penjor dan gebogan se-Kabupaten Badung. Lomba tersebut merupakan serangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-14 Ibukota Kabupaten Badung “Mangupura”.
Pada lomba tersebut juga dirangkaikan dengan parade budaya yang berlokasi di Puspem Badung.
Manggala Pasikian Yowana MDA Kabupaten Badung, Prayoga Mahardika Putra mengatakan, lomba penjor dan gebogan serangkaian HUT ke-14 Mangupura mengusung tema “Sundara Rupa” dengan konsep Bebadungan.
“Jadi ini petunjuk Bapak Bupati, bagaimana kedepannya kita membuat penjor dengan ciri khas Badung itu sendiri,” ujar Yoga ditemui, Jumat (20/10).
Menurutnya, peserta dari lomba penjor dan gebogan tersebut yakni seluruh desa adat di Kabupaten Badung sejumlah 122. Masing-masing desa adat mengirimkan satu penjor dan satu gebogan yang dilimpahkan kepada sekaa teruna.
“Untuk lomba gebogan sendiri kita mengambil konsep panca rengga jadi kan ada buah-buahan yang berasal dari bunga, batang dan sebagainya,” jelasnya.
Melalui lomba penjor ini, Yoga berharap akan melahirkan konsep Bebadungan. Sehingga kedepannya penjor di Badung akan memiliki jati dirinya sendiri. “Melalui lomba ini kita akan mencari konsep penjor Bebadungan di masing-masing wilayah. Misalnya Bongkasa gimana, Abiansemalnya gimana, Kuta Selatan gimana. Ini kita proses mencari pakem. Ini akan terus kita lakukan sampai kita menemukan pakem mana yang akan kita ambil untuk Bebadungan,” terang pria asal Kerobokan tersebut.
Untuk penilaian, Yoga mengaku menggandeng dewan juri yang berasal dari luar Badung. Hal ini lantaran agar dalam penilaian dapat lebih independen. “Jurinya maestro dekorasi Cok Dalem Bernat dan pemerhati penjor Dek Soto. Total hadiah yang didapat pemenang kalau tidak salah sekitar Rp 30 Juta,” imbuhnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana