Cara membersihkannya dapat juga dilakukan dengan menggunakan sabun. Setelah bersih dibalut dengan air cendana agar otot jasad tidak kaku. Posisi serta sikap tubuh jenazah adalah wajar seperti orang telungkup diletakkan di samping atau di atas kemaluan.
Baca Juga: Viral Video Megawati Hempas Tangan Jokowi, Puan Maharani Justru Bilang Begini!
Selanjutnya layon diberikan pakaian berupa kain bersih yang baru, tanpa baju lalu ditutup dengan cara mengurut agar mata tidak mendelik. Mulut dikatupkan agar tidak menganga. Bila perlu diikat dengan kain putih dari bawah rahang sampai ke kepala.
Semua usaha pembersihan tersebut hanya bertujuan untuk membersihkan badan secara sekala. Menghilangkan segala kotoran yang melekat secara nyata tampak di tubuh jenazah. Proses membersihkan layon ini belum merupakan upacara nyiramin layon, melainkan proses pendahuluan.
Upacara selanjutnya dari proses pembersihan layon ini adalah mreteka sawa. Berupa upakara dan upacara nyiramin layon, atau memandikan jenazah. Sebagai umat beragama Hindu sudah selayaknya sebelum mengembalikan raga sarira yang terdiri dari panca maha butha, yaitu pretiwi (tanah), apah (air), teja (api), bayu (udara) dan akasa (ruang) yang digunakan semasa hidupnya kepada Sang Hyang Panca Maha Butha.
Baca Juga: Sayonara, PSIS Semarang Lepas Wawan Febriyanto ke Klub Liga 2
Prosesnya berlangsung sejak layon atau jenazah diturunkan dari bale semanggen (bale gede) untuk upacara nyiramin sampai dikembalikan ke bale tersebut. Proses upacara nyiramin layon bagi umat Hindu di Bali adalah sangat bervariasi tergantung pada desa, kala, patra dan dresta serta loka sastra.
Secara umum rangkaian upacara nyiramin layon dapat digambarkan sebagai berikut :
- Pebersihan
- Mawastra
- Sembahyang pepegaran
- Ngelelet
- Ngeringkes