DENPASAR, BALI EXPRESS – Para buruh proyek bangunan di Jalan Batur Sari, Gang Tunjung Sari, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Senin (6/11) malam, berkelahi usai pesta arak.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi yang dikonfirmasi mengenai konflik buruh di Sanur Kauh tersebut menerangkan, insiden ini mengakibatkan tiga buruh bernama Mohamad Haikael Torip Balnasi, 21; Muhamad Rivaldi Bahri, 18, dan Muhamad Jufri, 22, mengalami luka-luka.
Sedangkan dua pelaku bernama Marsel Ikbal, 22, dan Antonius Rato Pati, 23, diamankan polisi.
"Para pelaku diamankan karena melakukan penganiayaan menggunakan berbagai senjata," ujarnya, Selasa (7/11).
Usut punya usut, para buruh proyek ini berkelahi dipicu karena perbedaan aliran beladiri silat yang diikuti.
Peristiwa ini bermula ketika para buruh proyek yang berselisih kumpul bersama rekan sejawatnya untuk pesta minuman beralkohol jenis arak di tempat kejadian perkara (TKP), sekitar pukul 21.00.
Menurut saksi seorang buruh bernama Muhamad Joko Sambang yang turut minum di sana, terjadi perselisihan antara pelaku Marcel Ikbal dengan korban Jufri di tengah aktivitas mabuk-mabukan.
Perselisihan itu diduga lantaran beda komunitas atau aliran silat. Marcel merupakan anggota dari IKS Kera Sakti, sedangkan Muhamad Jufri dari anggota Pagar Nusa.
Melihat pertengkaran tersebut, saksi menengahi dan meminta korban untuk pergi istirahat.
Tak disangka, Marcel dan Antonius mencari Jufri di kamarnya. Mereka nekat menganiaya Jufri dan dua korban lainnya di dalam kamar itu, yakni Haikael dan Rivaldi.
"Para pelaku melakukan penganiayaan mengunakan balok kayu, kapak dan linggis," ucapnya.
Warga sekitar yang mengetahui perkelahian tersebut melapor ke Polsek Denpasar Selatan.
Adapun luka yang diderita para korban yaitu, Haikael mengalami sakit di tulang rusuk. Rivaldi mengalami robek di kepala belakang dan Jufri mengalami luka di hidung mengeluarkan darah.
Ketiga buruh asal Jawa Timur tersebut telah dibawa ke RS Bali Mandara menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar.
Sementara itu, Polsek Denpasar Selatan langsung menangkap Marcel dan Antonius berikut barang bukti senjata untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.