Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nyoman Parta Sayangkan Antrean Panjang Pembayaran Parkir Non Tunai di Bandara Ngurah Rai

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 9 November 2023 | 18:42 WIB
KRODIT : Anggota DPR RI Nyoman Parta saat terjebak dalam antrean kendaraan di pintu keluar Bandara Ngurah Rai.
KRODIT : Anggota DPR RI Nyoman Parta saat terjebak dalam antrean kendaraan di pintu keluar Bandara Ngurah Rai.

 

DENPASAR, BALI EXPRESS – Antrean kendaraan panjang terpantau di pintu keluar Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (9/11). Hal itu terjadi lantaran pembayaran parkir secara non tunai.

 


Berdasarkan informasi dilapangan sejumlah sejumlah sopir pariwisata mengeluh karena panjangnya antrean saat membayar parkir di pintu keluar Bandara Ngurah Rai. Terlebih tidak sedikit yang tidak membawa uang elektronik.

 

 


Kondisi ini pun mendapat perhatian dari anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta yang ketika itu baru mendarat di Bali. Menururnya manajemen Angkasa Pura Bali tidak becus mengurus parkir. “Saya antre 34 menit hanya untuk membayar parkir di Airport Ngurah Rai (secara non tunai). Banyak sopir, Guide dan wisatawan yang protes karena lamanya antre bayar parkir di pintu keluar Bandara,” ungkapnya.

 


Sedangkan para wisatawan sudah cukup menghabiskan banyak waktu di dalam pesawat, kemudian melewati pemeriksaan Imigrasi, dan kembali harus mengantre lama untuk membayar parkir saja. Sehingga hal itu sangat ia sayangkan.

 

 


“Anehnnya juga kok 6 pintu yang lain tidak dibuka sehingga baik yang domestik maupun yang Internasional keluar melalui pintu yang sama. Bagaimana tidak membludak,” sebutnya.

 

 


Lebih lanjut, politisi PDIP itu mengkritisi kebijakan pembayaran parkir dari tunai ke non tunai itu semestinya harus melalui persiapan yang matang. “Kebijakan pembayaran parkir dari tunai ke non tunai tentu baik namun harus direncanakan dengan matang juga disimulasi di lapangan agar tidak merugikan banyak orang,” lanjut Parta.

 

 

 


Parahnya lagi, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, kondisi itu terjadi lantaran vendor yang mendapatkan pekerjaan tidak menjalankan kewajiban sesuai kesepakatan dengan pihak Angkasa Pura. “Dan ini lah gambaran tentang keputusan diambil diatas meja tanpa diantisipasi masalah lapangannya, ini lah penyakit BUMN yang menyebabkan BUMN banyak bermasalah,” tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #bumn #bandara ngurah rai #parkir #non tunai #Nyoman Parta #antrean #pembayaran