TABANAN, BALI EXPRESS - Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan menggelar festival yang dibalut dalam Dajan Pekan Festival (DAJAFEST).
Kegiatan tersebut digelar pada 10 November sampai 11 November 2023 di areal Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan. Bahkan kurang lebih 500 orang akan ikuti pembukaan dengan Peed Aya.
Ketua Panitia Kegiatan, I Made Adi Sutrisna kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (9/11), menjelaskan warga yang akan ikut Peed Aya sampai 500 orang. “Selain warga, juga ada beberapa seniman yang berasal dari Desa Dajan Peken,” jelasnya.
Disebutkan Peed Aya akan dimulai dari utara Gedung Mario, menuju panggung kehormatan di depan Taman Bung Karno. “Setelah itu baru menuju Patung Sagung Wah, mengelilingi pasar di Patung Catur Muka ke utara tembus di Patung Sagung Wah finishnya,” tegas Adi.
Diungkapkan juga bahwa DAJAFEST ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyajikan ataupun menampilkan hasil karya mereka. Karya tersebut baik dalam bentuk hidangan kuliner, maupun karya seni yang dapat mereka pasarkan atau pamerkan.
Agenda pertama yang dijelaskannya adalah Peed Aya, merupakan pawai budaya yang akan dilaksanakan secara terstruktur di suatu tempat. Bertujuan untuk menonjolkan ciri khas dari masing-masing banjar yang ada di wilayah Desa Dajan Peken.
Secara garis besar pawai akan melibatkan seluruh sekaa teruna se-Desa Dajan Peken. Menampilkan potensi banjar masing-masing. Sementara dalam perlombaan, ada juga lomba baleganjur ngarap tingkat remaja. Pesertanya pun akan diikuti oleh seluruh sekaa teruna teruni se-Desa Dajan Peken.
Termasuk di dalam pergelaran akan ada pergelaran seni tabuh, yaitu gong kebyar PKK mebarung. Diungkapkan untuk pameran yang menggunakan areal Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan dan seputaran Taman Bung Karno Tabanan ini terdiri dari kuliner, pelayanan publik, dan potensi desa setempat. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana