Kabar kepergian Agus Kpopers untuk selamanya dikabarkan langsung oleh sang adik Kadek Windari. Melalui akun Facebook Winda Karunadhita mengabarkan bahwa sang kakak tercinta sudah berpulang.
Baca Juga: Buntut Tren Speeding di Bali, Polresta Denpasar Tindak Ratusan Motor
Winda juga menuliskan sepenggal kisah perjuangan sang kakak sebagai penyandang disabilitas. Semasa hidup Agus Kpopers mengidap penyakit muscular dystrophy. Ini merupakan penyakit genetik yang menyebabkan lemah progresif dan hilangnya massa otot.
“Terima kasih kak Agus selama ini sudah berbagi inspirasi dan kebaikan untuk sesama, saya akan lanjutkan selagi sanggup,” tulis Winda.
Lebih lanjut Winda menyebut meski sang kakak telah tiada namun ia berharap kisah yang yang ditulis melalui bukunya bisa terus menjadi inspirasi dan penyemangat bagi banyak orang.
“Terimakasih doa dan banyak cinta dari keluarga dan sahabat di manapun berada. Upacara Ngaben Kak Agus akan dilaksanakan pada Senin 13 November 2023,” tulis Winda.
Baca Juga: Tari Sanghyang Jaran Dipentaskan di Pura Dalem Solo Bali untuk Menghalau Wabah
Seperti diketahui, Agus Kpopers dan sang adik Winda merupakan kakak beradik yang luar biasa dan istimewa. Keduanya merupakan penyandang Muscular dystrophy dengan kelebihan masing-masing. Agus Kpopers yang tak pernah mengenyam pendidikan secara formal mampu belajar secara otodidak hingga mampu menulis beberapa buku kisah perjuangan hidupnya.
Begitu juga dengan Winda sang adik yang memiliki kelebihan dibidang seni lukis. Winda juga belajar otodidak dalam melukis. Winda telah menghasilkan ratusan lukisan yang mampu dijual bahkan ke berbagai negara.
Baca Juga: Prabowo Larang Pendukungnya Ikut ke KPU, TKN KIM Khawatir Terjadi
Meski dalam keterbatasan, dua kakak beradik ini tak pernah berpangku tangan. Bahkan keduanya menjadi tulang punggung bagi sang ibu dan juga adik bungsunya. Tak hanya menghidupi keluarga, kedua kakak beradik ini juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Melalui akun media sosial Facebook Agus Kpopers kerap membagikan kegiatan-kegiatan sosialnya. Seperti menyisihkan hasil penjualan bukunya untuk sesama yang membutuhkan.
Editor : Wiwin Meliana