Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sumur Galian Kering, Warga Curigai Dampak Sumur Bor PDAM di Desa Bona

I Wayan Ananda Mustika Putra • Rabu, 15 November 2023 | 01:13 WIB
KERING : Sumur galian warga Desa Bona yang mengalami kekeringan bahkan sejak pertengahan Tahun 2022 lalu.
KERING : Sumur galian warga Desa Bona yang mengalami kekeringan bahkan sejak pertengahan Tahun 2022 lalu.

 

 

GIANYAR, BALI EXPRESS - Sembilan sumur galian warga di Desa Bona Kecamatan Blahbatuh mengalami kekeringan. Bahkan kondisi ini sudah terjadi sejak pertengahan Tahun 2022 lalu.

 

Warga curiga, sumur galian mereka kering dampak dari keberadaan sumur bor milik Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PDAM) Kabupaten Gianyar di Desa Bona yang aktif memompa air sejak Tahun 2020 silam.

 

 

 

"Ada permasalahan di Desa Bona setelah operasional sumur bor milik PDAM di desa Bona," jelas salah satu pemilik sumur kering Gusti Lanang Alit, Selasa (14/11).

 

 

Terjadi perubahan yang cukup signifikan yaitu sumur-sumur galian masyarakat desa Bona mengalami kekeringan. Berbagai upaya pun sudah dilakukan warga pemilik sumur galian yang kering ini, Diantaranya menghadap direksi PDAM Gianyar hingga mesadu ke Komisi III DPRD Kabupaten Gianyar, namun belum membuahkan hasil. Warga meminta agar dilakukan kajian ulang terhadap sumur bor PDAM.

 

 

"Jika memang sumur bor milik PDAM penyebab terjadinya kekeringan sumur galian yang ada di Bona, kami mohon ada ganti rugi, subsidi untuk Desa Bona," jelasnya.

 

Selain itu, Gung Lanang juga berharap PDAM membatasi pengambilan airnya atau disesuaikan dengan hasil kajian agar tidak menimbulkan kekeringan dan merusak lingkungan alam di Desa Bona. "Kalau secara signifikan terus mengalami kekeringan dan merusak lingkungan mohon ditutup pengambilan air nya dan cari solusi terbaik untuk selanjutnya," tegasnya.

 

 

Sembilan sumur galian warga yang kering, rata-rata digali sekitar 35 sampai 40 tahun silam dengan kedalaman paling dalam sekitar 40 meter.

 

Dikonfirmasi terpisah, Dirut Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PDAM) Kabupaten Gianyar Made Sastra Kencana mengatakan tidak ada kaitan sumur warga yang kering dengan sumur bor milik PDAM. Kepastian itu diperkuat dengan survei dan kajian sebelum adanya sumur bor. "Ini sudah lama, PDAM sudah melakukan survei dan mengkaji sebelum adanya adanya sumur bor PDAM," tegasnya.

 

Sumur bor dikatakan tidak berdampak karena memiliki kedalaman yang jauh berbeda. "Sumur warga kedalamannya tidak ada yang melebihi 40 meter. Jika musim kering sewaktu-waktu itu pasti kering. Kalau sumur bor PDAM kedalaman 150 meter. Jadi itu jauh.
Memang dari sekian pemilik sumur hanya satu yang tidak pernah sepakat ada komplin dari dulu," ujarnya.(*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#sumur bor #sumur #tirta sanjiwani #kekeringan #pdam