DENPASAR, BALI EXPRESS - Jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Bali pada 2023 periode Januari-Oktober sebanyak 3.434 korban. Jumlah santunan mencapai Rp58,169 miliar.
Tingginya angka kecelakaan di Bali dinilai lantaran kurangnya keberadaan dan penggunaan angkutan umum di Pulau Dewata. Demikian disampaikan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali Abubakar Aljufri.
“Jika dibandingkan tahun lalu 2022, ada peningkatan pemberian santunan 21 persen tahun lalu sampai dengan Oktober Rp47,943 miliar,” ujar Abubakar dalam FGD Perbaikan Angkutan Umum Perkotaan di Provinsi Bali, Selasa 14 November 2023.
“Tentunya ini memprihatinkan banyaknya masyarakat pengguna sepeda motor kecelakaan dan meninggal dunia,” lanjutnya.
Abubakar menyebutkan, tingginya kecelakaan ini menjadi tugas berat karena Provinsi Bali masuk ke 10 besar jumlah korban kecelakaan yang meningkat dibanding tahun 2022.
Ia juga tak menampik jika keberadaan dan penggunaan angkutan umum yang minim jadi penyebab angka kecelakaan tinggi di Bali.
“Dengan tidak adanya angkutan umum, mau tidak mau suka tidak suka, dengan kasat mata kita bisa melihat bahwa anak SD saja kalau ke sekolahan mau naik apa? Kalau tidak pakai motor. Ini menjadi tugas berat kita bersama bagaimana mendorong pemerintah untuk menyiapkan angkutan umum minimal kepada pelajar SD, SMP diberikan angkutan umum supaya ada keselamatan berlalu lintas pada pelajar kita,” paparnya.