Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ritual Hindu Bali; Ini Makna Caru Panca Sata

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 15 November 2023 | 18:19 WIB

Pelaksanaan pecaruan Panca Sata.
Pelaksanaan pecaruan Panca Sata.
BALI EXPRESS -  Definisi caru panca sata terdapat dalam kitab swara samhita. Caru berarti cantik, bagus, harmonis. Sedangkan panca artinya lima, sementara sata dapat diartikan sebagai ayam atau binatang.

 

Penyuluh Agama Hindu, Luh Sonia Candra Juwita, menjelaskan Caru Panca Sata merupakan kurban suci untuk menjaga kestabilan perputaran roda cakra alam dan diri kita ini dalam lima arah. Tujuannya untuk nyupat bhuta kala yaitu dengan mengharmoniskan para bebhutan dari lima arah.

 

“Lima arah tersebut terdiri dari Bhuta Jangitan dari arah Timur. Bhuta Abang/merah = Bhuta Langkir dari arah Selatan. Bhuta Kuning, Bhuta Lembukanya dari arah Barat. Bhuta Ireng/hitam, Bhuta Taruna dari arah Utara. Sedangkan Bhuta Tiga Sakti di Tengah,” jelasnya.

 Baca Juga: Bawa Semangat Go Global, BNI Indonesian Masters Siap Digelar

Dimana pelaksanaannya dapat dipuput oleh jro mangku sonteng yang telah melaksanakan upacara eka jati sebagai kesucian diri dalam hal menghantarkan persembahan suci.

 

Pelaksanaan caru Panca sata ini juga diamanatkan oleh“Bhagawad Gita” sebagai perputaran Cakra Yadnya ‘berkurban secara timbal balik antara Tuhan dengan manusia sesuatu Bhagawad Gita, III.16 :

 

Evam pravartitam cakram

 

nānuvartayatītha yah,

 

aghāyur indiyārāmo

 

mogham pārtha sa jīvati

 

Terjemahannya :

 

‘Dia yang didunia ini tidak ikut memutar roda (cakra yadnya) yang sudah ditetapkan untuk selalu bergerak, adalah jahat di dalam sifatnya, hanya pemuasan indria saja yang menjadi tujuan hidupnya dan orang seperti itu wahai Partha (Arjuna) akan hidup sia-sia’.

 Baca Juga: Ganjar-Mahfud Dapat Nomor Urut 3, Salam Metal Menggema di Media Sosial

Tetandingan banten caru untuk panca sata ini dilengkapi dan dilakukan dengan cara setelah bahan utama selesai dibuat. Jumlah sate dan bayuhan dari masing-masing warna ayam ditentukan dengan urip atau neptu pengider-ider hitungan angka-angka mistis dihubungkan dengan arah mata angin yaitu  utara, timur, selatan, barat dan tengah.

 

Diungkapkan juga bantennya dilengkapi pula dengan soroan: peras, penyeneng, pengambeyan dan lain sebagainya, untuk banten pesaksi ‘bentuk persembahan untuk memohon saksi’ ke Surya. Banten pemiak kala, prayascita, durmangala sebagai pebersihan.

 Baca Juga: Coming Soon Netflix November: Rekomendasi Film dan Serial Netflix yang Akan Rilis Akhir Bulan Ini

Bayang-bayang ditata dan dibentangkan di atas sengkui, di lengkapi dengan sorohan banten caru, tumpeng dan nasi menurut warna, urip masing-masing ayam atau arah mata angin.

 

Masing-masing dilengkapi dengan sanggah cucuk, diatasnya diletakkan banten dananan. Tetabuhan (arak, berem dan air) dimasukkan dalam cambeng. Masing-masing jenis ayam dilengkapi dengan sanggah cucuk. (ade)

Editor : Wiwin Meliana
#caru panca sata #ritual hindu bali