Penyuluh Agama Hindu, Luh Sonia Candra Juwita, menjelaskan Caru Panca Sata merupakan kurban suci untuk menjaga kestabilan perputaran roda cakra alam dan diri kita ini dalam lima arah. Tujuannya untuk nyupat bhuta kala yaitu dengan mengharmoniskan para bebhutan dari lima arah.
“Lima arah tersebut terdiri dari Bhuta Jangitan dari arah Timur. Bhuta Abang/merah = Bhuta Langkir dari arah Selatan. Bhuta Kuning, Bhuta Lembukanya dari arah Barat. Bhuta Ireng/hitam, Bhuta Taruna dari arah Utara. Sedangkan Bhuta Tiga Sakti di Tengah,” jelasnya.
Baca Juga: Bawa Semangat Go Global, BNI Indonesian Masters Siap Digelar
Dimana pelaksanaannya dapat dipuput oleh jro mangku sonteng yang telah melaksanakan upacara eka jati sebagai kesucian diri dalam hal menghantarkan persembahan suci.
Pelaksanaan caru Panca sata ini juga diamanatkan oleh“Bhagawad Gita” sebagai perputaran Cakra Yadnya ‘berkurban secara timbal balik antara Tuhan dengan manusia sesuatu Bhagawad Gita, III.16 :
Evam pravartitam cakram
nānuvartayatītha yah,
aghāyur indiyārāmo
mogham pārtha sa jīvati
Terjemahannya :
‘Dia yang didunia ini tidak ikut memutar roda (cakra yadnya) yang sudah ditetapkan untuk selalu bergerak, adalah jahat di dalam sifatnya, hanya pemuasan indria saja yang menjadi tujuan hidupnya dan orang seperti itu wahai Partha (Arjuna) akan hidup sia-sia’.
Baca Juga: Ganjar-Mahfud Dapat Nomor Urut 3, Salam Metal Menggema di Media Sosial
Tetandingan banten caru untuk panca sata ini dilengkapi dan dilakukan dengan cara setelah bahan utama selesai dibuat. Jumlah sate dan bayuhan dari masing-masing warna ayam ditentukan dengan urip atau neptu pengider-ider hitungan angka-angka mistis dihubungkan dengan arah mata angin yaitu utara, timur, selatan, barat dan tengah.
Diungkapkan juga bantennya dilengkapi pula dengan soroan: peras, penyeneng, pengambeyan dan lain sebagainya, untuk banten pesaksi ‘bentuk persembahan untuk memohon saksi’ ke Surya. Banten pemiak kala, prayascita, durmangala sebagai pebersihan.
Baca Juga: Coming Soon Netflix November: Rekomendasi Film dan Serial Netflix yang Akan Rilis Akhir Bulan Ini
Bayang-bayang ditata dan dibentangkan di atas sengkui, di lengkapi dengan sorohan banten caru, tumpeng dan nasi menurut warna, urip masing-masing ayam atau arah mata angin.
Masing-masing dilengkapi dengan sanggah cucuk, diatasnya diletakkan banten dananan. Tetabuhan (arak, berem dan air) dimasukkan dalam cambeng. Masing-masing jenis ayam dilengkapi dengan sanggah cucuk. (ade)
Editor : Wiwin Meliana