Melalui Instagram pribadinya, penggiat media sosial Niluh Djelantik membagikan kembali pemberitaan terkait adanya keluhan wisatawan soal harga tiket masuk ke air terjun Sekumpul. Mbok Niluh mengaku banyak mendapat pesan masuk melalui DM terkait hal itu. Pihaknya pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh wisatawan tersebut.
Merespon video viral itu, pengusaha sepatu itu meminta pemangku seluruh pemangku kebijakan dan juga pelaku pariwisata setiap daerah tujuan wisata duduk bersama untuk membuat aturan resmi. Baik itu soal harga tiket, standar pelayanan, daftar pemandu berizin.
Baca Juga: Berikut Update Lengkap Harga Bahan Pokok hingga Bumbu Dapur di Pasar Badung Bali Hari Ini
“Dan benefit apa yang didapatkan oleh Bali dari pemasukan harga tiket itu,” tulisnya melalui akun @niluhdjelantik, Kamis (16/11).
Lebih lanjut, Mbo Niluh mengingatkan bahwa Bali baru bangkit dari pandemic sehingga hendaknya hormati setiap wisatawan yang datang.
“Segera Mbok Niluh akan menemui pengelola dan pemandu pariwisata dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan dan penerapan transparansi aturan demi kenyamanan pengunjung dan wisatawan,” tulisnya.
Sebelumnya, sebuah video seorang wisatawan domestik mengeluhkan mahalnya harga tiket masuk ke Air Terjun Sekumpul, Buleleng, Bali viral di media sosial. Melalui akun Tiktok @dekodennis, seorang wisatawan laki-laki membagikan pengalamannya berlibur ke salah satu air terjun terkenal di Bali Utara.
Namun ia merasa kecewa karena harga tiket yang harus dibayar menurutnya terlalu mahal yakni Rp 300 ribu.
Dalam video yang dibagikan oleh akun @dekodennis, Kamis (16/11) ia merekam perjalanannya dari Kabupaten Tabanan ke Air Terjun Sekumpul di Kecamatan Sawan, Buleleng yang ditempuh dengan jarak cukup jauh. Setiba di Sekumpul, dia diberhentikan di sebuah pos lalu disuruh bayar tiket Rp300 ribu untuk masuk ke kawasan air terjun.
Lebih lanjut, menurut Deko dengan harga Rp 300 ribu untuk melihat air terjun sangat tidak masuk akal. Bahkan ia tambah kaget melihat nota warga negara asing atau bule yang bahkan harus membayar Rp 600 ribu.
Editor : Wiwin Meliana