DENPASAR, BALI EXPRESS-Kebiadapan Israel terhadap rakyat Palestina terus memantik aksi solidaritas seluruh dunia termasuk warga Bali.
Aksi menentang kebiadapan Israel akan digelar warga Bali pada hari Sabtu (25/11) dipusatkan di Renon, Denpasar, Bali mulai pukul 06.00 wita.
Rencananya, aksi yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, Baznas Bali serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bali diikuti warga masyarakat termasuk tokoh umat.
Menurut Ketua Pelaksana Aksi Bela Palestina MUI Bali, H.Agus Samijaya aksi damai atas nama kemanusiaan rencananya akan dihadiri ribuan orang untuk menyampaikan solidaritas kepada rakyat Palestina.
"Aksi ini soal kemanusiaan bersifat terbuka untuk lintas agama, suku dan ras karena yang diusung adalah nilai nilai universal,"kata Agus Samijaya,Rabu (22/11).
Agus juga mengatakan dalam aksi tersebut akan ada orasi dari tokoh masyarakat, MUI, Ketua DPRD Bali,Kepala Kantor Wilayah Kemenag Bali,Wali Kota Denpasar,Bupati Badung serta PW NU Bali,PW Muhammadiyah Bali, PHDI Bali,Walubi Bali,Matakin Bali dan PGI Bali.
"Aksi damai bela Palestina bukan hanya diikuti warga muslim, namun seluruh warga lintas agama di Bali akan ikut serta tanpa melihat suku dan agamanya,"ujar Agus yang juga pengacara senior ini.
Baca Juga: Personil TPN Ganjar-Mahfud Komplet, Diisi Berbagai Latar Belakang, Termasuk Perempuan
Agus pun menilai bahwa yang terjadi di Gaza Palestina adalah masalah kemanusiaan bukan agama. Selain masjid banyak pula gereja dan rumah sakit yang hancur dibombardir Israel.
Karena itu Agus meminta kepada masyarakat yang akan mengikuti aksi damai bela Palestina untuk tidak membawa atribut partai dan lainnya kecuali bendera Merah Putih dan bendera Palestina.
"Massa aksi diminta mengenakan pakaian putih polos dan jika ada mengenakan syal Palestina,.Tidak lupa membawa kantong sampah untuk menjaga kebersihan saat dan sesudah aksi,"ucap Agus mengingatkan.
Agus Samijaya mengatakan, aksi damai yang akan digelar itu sejalan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina. Bahkan Presiden Joko Widodo dalam pernyataan resminya menyatakan akar konflik adalah pendudukan wilayah Palestina oleh Israel. Karena itu penyelesaiannya harus sesuai dengan ketentuan yang disepakati oleh PBB. (*)
Editor : Suharnanto Bali Express