BADUNG, BALI EXPRESS - Penyebab tewasnya mahasiswa perhotelan di Bali bernama Aldi Sahilatua Nababan masih didalami oleh pihak kepolisian.
Mahasiswa perhotelan itu ditemukan tak bernyawa di tempat kos Jalan Bypass Ngurah Rai, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Sabtu, 18 November 2023.
Beberapa saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polresta Denpasar untuk mengungkap penyebab kematian mahasiswa perhotelan ini.
Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group), teman korban bernama Josua Siburian menerangkan kepada polisi bahwa terakhir berkomunikasi melalui pesan elektronik WhatsApp (WA) dengan Aldi pada Kamis, 16 November 2023 pukul 11.50.
"Saksi sempat menghubungi korban lagi pada Jumat 17 November 2023 tapi tak dibalas," ujar sumber Bali Express, Rabu 22 November 2023.
Sementara itu, anak dari pemilik kos I Putu Agus Septiana Putra memberi keterangan kepada polisi bahwa korban jarang keluar kamar sekitar dua minggu sebelum ditemukan meninggal.
"Korban juga jarang mengobrol dengan tetangga kos lainnya," tambahnya.
Saksi menambahkan bahwa korban juga masih kuliah di Kampus Elizabeth Internasional Denpasar bersama adik saksi dan seharusnya wisuda pada November 2023 ini.
Dia mengetahui kematian Aldi dari ayahnya pemilik kos bernama I Nyoman Risup Artana, 42.
Risup yang pertama kali menyadari hal ini karena di sekitar kamar korban ada lalat hijau pada Sabtu, 18 November 2023.
Saat pintu kamar Aldi diketuk, terlihat ada darah yang mengalir keluar dari bawah pintu kamar korban. Ia meminta bantuan anaknya untuk memanggilkan polisi.
Tak berselang lama personil Polsek Selatan tiba. Lalu kamar korban dibuka dengan bantuan tukang kunci karena pintu itu terkunci dari dalam.
Setelah pintu terbuka, didapatilah Aldi dalam kondisi lehernya tergantung dengan tali tampar di dalam kamarnya.
Kedua kaki menekuk menyentuh lantai. Sudah terjadi proses pembengkakan dan kulit mengeluarkan cairan tidak sedap.
Aldi menggunakan baju kaos dan celana jeans pendek. "Menurut pemeriksaan oleh Tim Identifikasi Polresta Denpasar, dugaan sementara kematian korban mengarah ke gantung diri, namun untuk memastikan penyebab perlu penyelidikan lebih lanjut," lanjut sumber tadi.
Polisi juga menemukan barang-barang korban berupa, dompet berisi uang Rp136 ribu, kitir belanja, Hp, identitas mahasiswa dan identitas training, serta potongan tali tampar.
Selain itu, polisi menemukan beberapa catatan di Hp korban (pesan di catatan untuk pihak-pihak yang dikenal korban).
Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Losa Lusiano Araujo, menerangkan kasus kematian Aldi saat ini telah dilakukan pemeriksaan autopsi oleh tim dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Selain itu, terhadap dilakukan pemeriksaan tambahan yaitu, pemeriksaan toksikologi dan patologi.
“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan tim Dokter Forensik RS Bhayangkara Medan menunggu hasil pemeriksaan autopsi,” tandasnya. (*)