Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Stok Melimpah, Harga Durian dan Manggis Justru Merosot

Dian Suryantini • Jumat, 24 November 2023 | 00:42 WIB
MUSIM BUAH :Buah Durian milik warga di Buleleng.
MUSIM BUAH :Buah Durian milik warga di Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Musim buah kini mulai tiba. Buah durian dan manggis mulai menjelajah ke desa-desa. Buah durian ini banyak dijumpai dan dijual di pinggir jalan. Ukurannya pun bervariasi.

 

Ada yang besar hingga ada yang sekecil kepala bayi. Begitu pula dengan buah manggis yang saat ini ukurannya lebih kecil dari ukuran biasanya. Bahkan ada yang sekecil genggaman tangan.

 

 

Salah satu pemilik kebun durian, Komang Sari Dewi menuturkan, buah durian di kebunnya di Desa Bestala, Kecamatan Banjar, Buleleng memang menjadi idola banyak orang. Bahkan Durian Bestala sudah terkenal kelezatannya sampai ke luar Buleleng. Tapi saat ini buah durian di kebunnya tidak begitu mahal.

 

 

Harganya anjlok. Kemungkinan hal tersebut disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu serta buah yang terlalu banyak.

 

“Padahal buahnya banyak. Saya tidak menghitung satu pohon itu berapa, soalnya kami tidak memetik. Durian kami murni matang pohon. Tapi harganya murah sekali. Satu buah yang ukuran kecil Rp 10 ribu, yang besar mentok Rp 35 ribu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/11) siang di Singaraja.

 

 

Begitu juga dengan buah manggis yang ada di kebunnya. Buahnya banyak dan berhimpit. Dari bawah pohon terlihat warna buah yang menghitam tanda sudah matang. Meski rasanya manis, tetapi ukurannya sangat kecil. Harganya pun tidak sebanding dengan banyaknya buah yang dihasilkan.

 

 

“Kecil-kecil sekali. Mungkin karena samah (banyak) jadi buahnya kecil. Atau mungkin karena musim panas yang panjang. Harganya murah sekali, seperti tidak ada harganya,” kata dia.

 

 

Satu kilogram buah manggis saat ini harganya mencapai Rp 3 ribu. Berbeda dengan musim sebelumnya harga manggis satu kilogram bisa mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Tentu dengan harga yang anjlok seperti saat ini, petani buah mesti bersabar.

 

 

“Semurah-murahnya dulu ya masih bisalah kami mendapat untung. Kalau sekarang bisa dibilang rugi. Tapi untuk manggis kami sudah serahkan ke pemajeg. Dipajeg Rp 15 juta. Jadi sedikit bisa bernafas,” ujarnya.

 

 

Kondisi harga buah yang anjlok tidak saja disebabkan oleh faktor cuaca. Hal itu juga disebabkan oleh panen buah yang melimpah dengan kualitas bagus. Buah durian dan manggis dari desa tetangga juga tidak kalah dengan desa Bestala.

 

“Mungkin karena buah yang lain juga bagus-bagus dan panennya banyak. Jadi bisa murah,” tutupnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#Manggis #bali #musim buah #Merosot #durian #harga #desa #buleleng