Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Batik Bali Punya Desain dan Warna Beda, Ini Panduan Membuat

Nyoman Suarna • Minggu, 26 November 2023 | 16:11 WIB
BATIK BALI: I Wayan Bagus Pujana memperlihatkan cara membuat bati Bali di Five Art Studia Ubud di kawasan Keliki, Tegallalang, Gianyar.
BATIK BALI: I Wayan Bagus Pujana memperlihatkan cara membuat bati Bali di Five Art Studia Ubud di kawasan Keliki, Tegallalang, Gianyar.

GIANYAR, BALI EXPRESS - Serupa tapi tak sama mungkin bisa disematkan untuk Batik Bali, jika membandingkannya dengan batik-batik dari berbagai kawasan di Indonesia lainnya seperti Jawa Tengah dan lainnya. 

Dari sisi alat dan pembuatan, batik buatan Gianyar Bali, tak berbeda dari batik pada umumnya. Lilin panas, canting dan pewarna menjadi peralatan yang dibutuhkan untuk membuat karya seni itu.

Namun yang menjadi pembeda adalah warna-warna yang digunakan batik Bali cenderung cerah. Selain itu, desain dan motif yang digambar di batik merupakan khas Bali seperti barong, bunga kamboja, bunga tulip dan pura.

"Kami di Bali punya ciri khas desain batik painting dengan ornamen yang colorful, tidak monoton. Kalau di Jawa lebih cokelat. Kalau di sini lebih cerah," kata pembatik dari Five Art Studio Ubud I Wayan Bagus Pujana di kawasan Keliki, Tegallalang, Gianyar, Sabtu (25/11).

Warna-warna cerah yang dimaksud antara lain biru langit, kuning, oranye, ungu, merah muda, dan hijau.

Siapapun yang ingin membatik memiliki kebebasan memilih warna sesuka hati karena tak ada pakem khusus atau pantangan dalam mencampur warna dalam pembuatan batik Bali.

"Kami sudah sediakan beberapa sampelnya, ada polanya. Kami rekomendasikan pengunjung memilih yang mudah. Biasanya membutuhkan waktu 2 - 3 jam sudah selesai, tergantung desain yang dibuat," tutur Wayan Bagus Pujana.

Lalu seperti apa proses membatiknya?

Bagi mereka yang ingin belajar membatik, Wayan Bagus Pujana dan tim biasanya menyediakan kain yang sudah digambar pola gambar khas Bali berukuran 40 cm x 80 cm.

Nantinya mereka mendapatkan panduan singkat tentang cara membatik.
Panduan singkat membatik pun dimulai dari mencairkan lilin hingga cukup panas, dilanjutkan mengambil lilin cair itu menggunakan canting secukupnya.

Hal penting yang perlu diingat yakni jangan sampai wadah berisi lilin cair tersentuh tangan karena sangat panas.

Selanjutnya, pegang canting dengan sudut sekitar 45 derajat agar lilin tak menetes dari ujung canting ke kain sehingga meninggalkan tanda titik atau tetesan.

Baca Juga: Pendukung Palestina Vs Pro Israel Terlibat Bentrokan di Bitung, Begini Kondisinya

Langkah berikutnya yakni sesegera mungkin mengisi pola di kain dengan lilin cair dan isi kembali canting bila lilin sudah dingin.

Usai semua garis atau pola diisi dengan lilin, tunggu beberapa saat hingga lilin kering lalu warnai sesuai selera.

"Pilih warna yang disukai, warnai latar belakangnya dulu. Biar cepat kering tujuannya. Setelah itu pilih warna untuk objek. Warna dari pewarna kimia untuk kain. Bubuk remasol dicampur air. Tidak ada jumlah warna maksimal," kata Wayan.

Setelah semua bagian diwarnai, kain akan dijemur atau dikeringkan di bawah sinar matahari.

Selanjutnya, kain dicelupkan ke wadah berisi lem dan dibilas menggunakan air panas dan dingin.

Langkah terakhir yakni kembali menjemur kain hingga benar-benar kering. Kain batik nantinya bisa dibawa pulang oleh pengunjung sebagai kenang-kenangan.

"Mau belajar? Biarpun kelihatannya gampang, tapi sebenarnya enggak gampang. Yang namanya belajar, hasilnya tidak harus bagus. Tidak cukup untuk satu kali (belajar)," tutur Wayan.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #batik #panduan #desain #warna