DENPASAR, BALI EXPRESS- Berdasarkan peta prakiraan wilayah potensi terjadi tanah longsor di Provinsi Bali periode Desember 2023, ada 17 kecamatan di empat kabupaten yang berpotensi terjadinya tanah longsor pada musim hujan ini.
Daerah-daerah rawan tanah longsor tersebut antara lain Kabupaten Buleleng di Kecamatan Banjar, Busungbiu, Gerokgak dan Seririt.
Kemudian di Kabupaten Karangasem, semua kecamatan rawan tanah longsor yaitu Kecamatan Abang, Bebandem, Karangasem, Kubu, Manggis, Rendang, Selat, dan Sidemen.
Kemudian Kabupaten Klungkung sebanyak dua kecamatan yakni Kecamatan Dawan dan Klungkung.
Selanjutnya Kabupaten Tabanan, tiga kecamatan di antaranya Kecamatan Kerambitan, Penebel, dan Selemadeg Timur.
Sementara itu, berdasarkan peta prakiraan wilayah potensi terjadi pergerakan tanah/tanah longsor di Provinsi Bali periode Desember 2023 dari Badan Geologi Kementerian ESDM disebutkan bahwa delapan kabupaten di Bali berpotensi longsor dengan kategori menengah-tinggi.
Wilayah rawan longsor di Bali berdasarkan Katalog Wilayah Rawan Bencana yang dikeluarkan BNPB terdiri dari 39 desa/kelurahan dengan kategori tinggi dan 324 desa/kelurahan dengan kategori sedang yang tersebar di 8 kabupaten.
Demikian dibeberkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali I Made Rentin.
Terkait hal tersebut, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama di daerah-daerah rawan banjir dan longsor.
Begitu juga ketika hendak bepergian, waspadai daerah banjir atau longsor dengan memperhatikan rambu-rambu rawan bencana di daerah yang dilalui.
“Mengurangi aktivitasi di luar rumah saat terjadi hujan yang disertai angin atau petir. Membersihkan saluran air untuk mencegah banjir. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi atau vitamin jika diperlukan. Memantau info terkait kebencanaan di kanal-kanal resmi pemerintah seperti BMKG, BNPB atau BPBD,” pesannya, Senin 4 Desember 2024.
Rentin mengungkapkan, dampak yang ditimbulkan dinamika cuaca awal musim hujan pada akhir November hingga awal Desember mengakibatkan bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang.
Titik-titik bencana tersebut di antaranya tanah longsor di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli pada Kamis malam 30 November 2023. Dua orang meninggal dunia dan satu rumah rusak berat akibat kejadian itu. Tanah longsor juga terjadi di Dusun Kampung Anyar, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem.
Kejadian ini menimbun bangunan pada Minggu malam, 3 Desember 2023 dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang luka.
Tanah longsor menutup akses jalan dengan ketebalan material longsor hingga 1 meter di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar pada jumat 1 Desember 2023.
Banjir lumpur di Banjar Dinas Beten Waru, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem pada Jumat 1 Desember 2023 mengakibatkan lumpur menutup jalan umum namun masih dapat dilalui kendaraan.
“Kejadian pohon tumbang sejak Senin 27 November 2023 hingga Senin 4 Desember 2023 yang menghalangi akses jalan terjadi di enam titik di Kabupaten Karangasem, lima titik di Kabupaten Gianyar, dua titik di Kabupaten Tabanan dan dua titik di Kota Denpasar,” paparnya. (*)
Editor : I Made Mertawan